Polisi Droping Belasan Tanki Air Bersih di Zona Selatan
Sosial

Polisi Droping Belasan Tanki Air Bersih di Zona Selatan

Tepus,(gunungkidul.sorot.co)--Kekeringan akibat musim kemarau masih melanda wilayah Gunungkidul. Terlebih di zona selatan yang menjadi langganan kekeringan, tak hanya pemerintah saja yang melakukan droping air. Beberapa instansi dan kelompok pun turut membantu menyumbang air bersih.

Seperti dilakukan Dikmaba Two Thousand (DTT) dan Sepolwan Melinium Dua Empat (SMDE) menggelar bakti sosial, Selasa (07/08/2018). Dalam kegiatan ini sebanyak 15 tanki air bersih dibagikan secara cuma-cuma bagi masyarakat Kecamatan Tepus.

Dari pemetaan yang ada, anggota polisi tersebut kemudian menetapkan wilayah yang memang perlu mendapat perhatian lebih. Padukuhan Singkil, Desa Tepus, Kecamatan Tepus mendapat bantuan air bersih, bak-bak penampungan kemudian dipenuhi dengan air bersih.

"Bantuan air bersih itu untuk meringankan beban masyarakat, walau ibaratnya tidak seberapa," ucap Aipda Suyatno, Ketua DTT.

"Tempat ibadah juga mendapat jatah. Beberapa waktu lalu dapat kabar kalau untuk berwudhu pun susah," tambah dia.

Selain memberikan bantuan berupa air bersih, organisasi anggota kepolisian ini juga memberikan santunan bagi anak yatim piatu.

Ia berharap bukan besaran atau bentuk bantuan yang diberikan, melainkan upaya mereka dalam ikut meringankan beban masyarakat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, beberapa pekan ini bantuan droping air dari swasta telah banyak yang masuk. Meski demikian dari pemerintah juga masih terus melakukan droping air, stok dari pemerintah pun masih cukup untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.

"Masih terus kami lakukan droping air sampai sekiranya kondisi normal. Tentu kami juga berterima kasih dengan bantuan yang ada," kata dia.

Disinggung mengenai lamanya musim kemarau dan kekeringan, Edy masih belum mendapat informasi kepastian kekeringan akan berlangsung hingga bulan apa. Namun dari prediksi awal paling tidak musim kemarau dan kekeringan akan terjadi hingga bulan Oktober mendatang.

"Belum ada info pasti. Jadi kita masih terpaku pada prediksi awal," tutup dia.