Kantor UPT Dibobol Maling, Laptop Milik PNS Raib
Hukum & Kriminal

Kantor UPT Dibobol Maling, Laptop Milik PNS Raib

Purwosari, (gunungkidul.sorot.co)--Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) TK dan SD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga atau kantor wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Purwosari dibobol maling, Rabu (08/08/2018) dini hari. Pelaku yang diduga lebih dari satu orang tersebut berhasil menggasak 1 buah laptop milik seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dari informasi yang berhasil dihimpun sorot.co di lokasi kejadian, kantor yang terletak di pinggir Jalan Raya Panggang-Parangtritis KM 7,5 atau timur Balai Desa Giriasih, disatroni maling diperkirakan di atas pukul 02.00 WIB dini hari.

Pasalnya, disamping sebelah timur kantor UPT terdapat warung angkringan yang saat itu masih menggelar dagangannya. Namun selepas jam tersebut pedagang angkringan menutup warungnya.

Kasus dugaan pencurian baru diketahui pada pagi hari saat salah seorang pegawai UPT bernama Mujiono terkejut saat hendak memasuki ruang kerjanya. Ia mendapati pintu rusak bekas congkelan diduga hendak dijebol oleh pelaku namun tidak berhasil.

Kecurigaan semakin menjadi tatkala diketahui pada bagian angin-angin pintu jendela belakang dalam keadaan terbuka. Pintu tersebut diduga sebagai pintu masuk pencoleng.

Lantaran curiga kantor UPT diobok-obok maling, para pegawai pun mengecek ke sudut-sudut ruangan. Namun mereka pun tidak mendapati barang barang berharga hilang.

Baru sekitar pukul 09.15 WIB, salah satu pegawai bernama Dwi yang hendak menggunakan laptop merek Accer 14 inc miliknya, yang ia simpan di dalam lemari raib. Diduga laptop senilai Rp 2 juta tersebut digondol maling.

Kapolsek Purwosari, AKP Budi Kustanto membenarkan adanya kasus pencurian tersebut. Namun korban sampai saat ini belum melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Purwosari. Kendati demikian, pihaknya yang mendapat informasi langsung menerjunkan petugas Unit Reskrim untuk melakukan penyidikan kasus tersebut.

" Tadi anggota sudah ke lokasi, korban didorong untuk melaporkan tapi sampai saat ini belum lapor. Dari informasi anak buahnya diduga pelaku lebih dari satu orang. Mereka masuk melewati pintu bagian angin-angin jendela belakang kantor," ujarnya.

Terkait hal tersebut pihaknya pun mengimbau kepada instansi pemerintah atau swasta yang di dalamnya terdapat barang-barang berharga agar ada penjaganya atau security. Selain itu, bila memungkinkan akan lebih baik dipasang kamera pengintai atau CCTV. 

"Di sana tidak ada penjaganya, lebih baik jendela juga dipasang teralis besi. Kita patroli terus tapi keamanan kita butuh kerjasama dengan berbagai pihak termasuk upaya antisipasi misalnya ada penjaganya atau CCTV ini juga membantu," tandasnya. (Edy-Setyawan)