Dilema Penataan Lapak di Pinggir Pantai, Dinas Buat Perjanjian dengan Warga
Pemerintahan

Dilema Penataan Lapak di Pinggir Pantai, Dinas Buat Perjanjian dengan Warga

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Pasca diterjang gelombang tinggi, hampir seluruh bangunan lapak warga dan gazebo yang ada di pinggiran pantai porak poranda. Menghadapi kondisi tersebut pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan segera melakuan penataan ulang objek wisata pantai selatan. Kendati demikian beberapa pertimbangan lain masih dipikirkan oleh pemerintah.

Dengan tegas pemerintah melarang warga untuk melakukan pembangunan ulang baik lapak maupun gazebo di pinggir pantai atau di garis sempadan pantai. Hal itu agar jika nantinya terjadi gelombang tinggi, tidak ada kerugian material yang begitu tinggi dialami oleh warga. Namun ternyata, kebijakan perlu ada pemikiran-pemikiran lain.

Misalnya saja dibeberapa pantai seperti di Pantai Sepanjang, pelarangan agar warga tidak membangun ulang bangunan paling tidak 100 meter dari bibir pantai itu sulit untuk diterapkan. Mengacu lahan yang ada, tidak cukup untuk relokasi pedagang. Sehingga mata pencaharian masyarakat akan hilang. Kalaupun memakai Sultan Ground, luasannya belum sepadan dengan jumlah pedagang yang ada.

Kepala Dinas Pariwisata, Asti Wijayanti menjelaskan, kondisi semacam ini lah yang membuat pemerintah menjadi seolah dilema. Penataan ulang pantai selatan memang akan segera dilakukan, jika dana dan segala keperluannya telah tersedia. Akan tetapi itu pun juga melalui proses-proses yang ada. Pemerintah kabupaten juga ditidak bisa bergerak sendiri.

"Untuk lebih tertata dan tidak merugikan semua pihak, dari pemerintah dan warga membuat perjanjian terkait pembangunan di wilayah sempadan pantai," kata Asti, Rabu (08/08/2018).

Adapun isi dalam perjanjian tersebut yakni gelombang tinggi merupakan kondisi setiap tahun yang terjadi. Jika warga akan melakukan pembangunan di sempadan pantai, terdapat kesepakatan yakni terdampak tidak boleh menuntut ganti rugi dari pemerintah dan sepakat dilakukan penataan ulang. 

Kebijakan ini akan diterapkan pada beberapa objek pantai yang sekiranya memiliki prosepek baik. Menurut dia, jika garis sempadan pantai tidak terdapat bangunan-bangunan tentu akan lebih baik dan menarik pengunjung. Sehingga tidak terkesan semrawut.

"Tentu akan terkesan jauh lebih indah dibandingkan sebelumnya jika dilakukan penataan ulang. Kami terus berusaha," imbuh dia.

Disinggung mengenai jumlah pengunjung pasca gelombang tinggi ia mengaku mengalami penurunan yang cukup signifikan. Meskipun begitu, minggu lalu sempat ada kenaikan dibandingkan biasanya. Jika saat weekend bisa tembus 9.000 pengunjung, setelah ada insiden ini penggunjung hanya berkisar 5.000 saja.

"Target pendapatan juga berubah tentunya. Sementara ini untuk promosi pantai selatan belum kami lakukan lagi," tutup dia.