Motor Ditarik Lelaki Ngaku DC, Warga Gari Ngadu ke Polisi
Hukum & Kriminal

Motor Ditarik Lelaki Ngaku DC, Warga Gari Ngadu ke Polisi

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Insiden ditariknya sepeda motor Yamaha Mio nopol AB 2658 FD milik Sumarni (29) warga Padukuhan Gari, Desa Gari, Kecamatan Wonosari oleh Dept Collector (DC) pada Selasa (07/08) lalu berujung ke ranah hukum. Pasalnya Sumarni yang merasa dirugikan dan tidak diperlakukan secara adil, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Gunungkidul.

Kejadian tersebut berawal dari Sumarni yang hendak pulang ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio. Kemudian tiba-tiba saja dia dipepet dan diberhentikan oleh 5 orang laki-laki di Jalan Agus Salim, Ledoksari. Mereka mengaku sebagai DC kala itu, dan mengatakan bahwa sepeda motor yang digunakan oleh Sumarni bermasalah karena 5 kali tidak membayar angsuran.

Setelah diberhentikan dan berbincang sesaat, kemudian Sumarni diminta untuk ikut ke sebuah kantor yang berada di Kranon, Desa Kepek. Rundingan kembali terjadi, Sumarni diminta untuk menyerahkan kunci motor untuk dilakukan pengecekan dan pemeriksaan. Tak berselang lama ia kemudian disodori sebuah kertas pernyataan dan diminta untuk menandatangani kertas tersebut.

Dengan rasa panik dan tidak tahu menahu, Sumarni mengiyakan apa yang diminta. Setelah secara keseluruhan selesai barulah ia diperbolehkan pulang tanpa kendaraannya. Selepas kejadian itu ia bermaksud mendatangi kantor leasing untuk menanyakan kejadian yang menimpanya itu.

Namun sayangnya dari pihak leasing dianggapnya kurang memuaskan bagi Sumarni. Dia juga diminta untuk membayar uang tunggakan angsuran sebesar Rp 1,7 juta sekian dan dibebani dengan uang untuk DC. Merasa dirugikan dan tidak terima, kemudian Rabu (08/08) kemarin, ia memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada SPKT Polres Gunungkidul. Hal tersebut ditempuhnya untuk mendapat keadilan dan mengetahui proses yang sebenarnya.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riko Sanjaya membenarkan adanya pelaporan terkait perampasan sepeda motor yang dilaporkan oleh Sumarni tersebut. Pelapor langsung dilakukan pemeriksaan guna mengetahui sebab dan kronologi insiden tersebut. Petugas juga berupaya melakukan penyelidikan perkara ini.

"Sudah ditangani anggota, keterangan dari pelapor dan saksi baru kami dalami untuk mengungkap perkara ini," ucap AKP Riko Sanjaya, Kamis (09/08/2018).

Ia melanjutkan, dalam penyitaan barang atau kendaraan kredit tentu harus melalui peraturan yang sesuai. Dalam peraturan di kepolisian pun juga tertera begitu jelas dimana penyitaan hanya dapat dilakukan oleh juru sita dan didampingi oleh kepolisian.