Petani Karangrejek Sukses Panen Brambang Hingga Ratusan Juta
Ekonomi

Petani Karangrejek Sukses Panen Brambang Hingga Ratusan Juta

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Para petani di Padukuhan Karangsari dan Karanggumuk I, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari kini mulai berwajah sumringah. Sebab hasil panen bawang merah atau brambang pada bulan Agustus ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Jumlah petani Sari Andhini Padukuhan Karangsari mencapai 80 orang dan Kelompok Tani Padukuhan Karanggumuk I ada 45 orang. Memasuki bulan Agustus ini mereka kompak melakukan panen brambang secara serentak. Bahkan Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah pun hadir dalam sebuah seremoni panen raya brambang yang mengambil lokasi di ladang Karanggumuk I, Jumat (10/08/2018).

Mardi, Pendamping Kelompok Tani setempat mengutarakan, panen brambang kali ini diprediksi bakal sangat menguntungkan petani. Dengan harga jual Rp 15.000/kilogram, petani bisa meraup kocek hingga puluhan juta rupiah.

Warga kami ada yang panen dan dibeli bakul sampai 10 – 15 juta. Luas lahan sekitar 2.000 meter,” kata Mardi dalam laporannya di hadapan Bupati Gunungkidul dan segenap tamu undangan, termasuk Pemerintah Desa Karangrejek, Camat Wonosari, dinas, serta perwakilan dari Kementerian Pertanian RI.

Dipaparkan, hasil analisa usaha brambang dalam 1 hektar lahan bisa meraup keuntungan hingga 98,7 juta. Bahkan dalam prakteknya angka tersebut kemungkinan bisa lebih dan mencapai ratusan juta rupiah. 

Hal itu berdasarkan hasil ubinan produktivitas brambang pada 8 Agustus 2018 dimana rata-rata mencapai 19,43 ton/hektar umbi basah atau 13,6 ton/hektar umbi kering.

Luas lahan se-Desa Karangrejek ada sekitar 21 hektar. Ada 3 hektar yang masuk program kegiatan bantuan pengembangan bawang merah dengan varietas Super Philip. Sedang sisanya 18 hektar pertanian brambang secara swadaya,” terang Mardi.

Disela acara panen raya, Bupati Gunungkidul juga memberikan support kepada petani agar senantiasa mengembangkan diri dalam usaha pengembangan Hortikultura, baik tanaman sayur maupun bawang merah.

Prestasi semacam ini hendaknya diusahakan di wilayah desa lain agar bisa mengangkat kesejahteraan petani,” harap Badingah.