Pilkades Serentak Sebentar Lagi, Dana Miliaran Rupiah Disiapkan Pemerintah
Pemerintahan

Pilkades Serentak Sebentar Lagi, Dana Miliaran Rupiah Disiapkan Pemerintah

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Genderang pemilihan Kepala Desa serentak telah ditabuh sejak awal Agustus 2018 lalu. Berbagai persiapan mulai dari pendaftaran bakal calon Kades telah dilaksanakan sejak 5 Agustus 2018 lalu. Pemerintah daerah dalam menghadapi pemilihan ini menggelontorkan dana stimulan sebesar Rp 2,3 miliar dari APBD Gunungkidul.

Sejak 5 Agustus 2018 hingga 13 Agustus mendatang, pendaftaran bakal calon Kades telah dilakukan melalui pemerintah kecamatan. Dana tersebut nantinya akan dibagikan ke masing-masing desa untuk dana pembiayaan Pilkades. Kendati demikian dari pemerintah desa sendiri juga masih mempersiapkan dana untuk kegiatan ini.

"Jumlahnya tidak tentu ada beberapa pertimbangan. Paling tidak 1 desa mendapat 30 sampai 50 juta," kata Farhan, Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Jumat (10/08/2018).

Adapun pertimbangan besaran dana stimulan akan bergatung pada banyaknya padukuhan di masing-masing desa. Selain itu juga banyaknya TPS juga berpengaruh terhadap besaran anggaran pilkades. Secara keseluruhan pemerintah telah mempersiapkan dana 2,3 miliar untuk pesta demokarasi itu. 

Lanjut Farhan, ada 30 desa yang nantinya akan mengikuti pilkades serentak. Jumlah tersebut mencakup dari 16 kecamatan yang ada. Hanya kecamatan Girisubo dan Tepus lah yang tidak ikut dalam pesta demokrasi pemilihan kepala desa tahun 2018 ini.

Adapun Kecamatan Playen disebut-sebut menjadi kecamatan yang menjadi kecamatan terbanyak dalam menggelar acara ini. Desa Ngawu, Ngunut, Dengok, Logandeng, dan Desa Bandung direncanakan bakal menggelar Pilkades.

"Kecamatan Saptosari misalnya di Jetis, Kanigoro, Kepek dan Monggol. Kemudian di Kecamatan Ngawen ada 3 desa," imbuh dia.

Tanggal 13 Agustus mendatang pendaftaran akan segera ditutup. Kemudian tahapan seperti verifikasi data dan lainnya akan segera dilakukan, hingga pada bulan Oktober mendatang pilkades dilaksanakan. Pengalaman dari pilkades sebelumnya usia dibawah 50 tahun lebih mendominasi peserta pilkades.

"Tidak ada peraturan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Misal hanya satu kandidat terpaksa harus diundur dulu," tambah dia.

Ia berharap pada pilkades serentak tahun 2018 ini, dari masing-masing peserta dapat menjunjung tinggi transparansi. Dengan demikian keadilan, jujur dan azas lainnya dalam berdemokrasi tidak terlupakan.