Berawal Iseng, Ternak Kucing Bisa Jadi Bisnis Menjanjikan
Komunitas

Berawal Iseng, Ternak Kucing Bisa Jadi Bisnis Menjanjikan

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Bicara mengenai kucing, tentu banyak yang terbayang dengan tingkah lucu dan menggemaskan. Belum lagi perilaku usil saat diumbar acapkali juga membuat geregetan orang yang memeliharanya. Perkembangan kucing di Kabupaten Gunungkidul belakangan ini begitu pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tak sedikit pula masyarakat yang justru lebih memilih menggeluti bisnis kucing ketimbang dengan usaha sampingan lain.

Pasalnya bisnis ini dianggap lebih menjanjikan oleh sebagian orang. Penghasilan menggeluti ternak kucing atau perawatan kucing terbilang cukup mudah.

Salah satunya dilakoni Mariyati, warga Karangduwet 1, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari. Berbekal kecintaannya terhadap kucing membuat dirinya beberapa tahun lalu iseng memelihara jenis Persia. Lantaran karakter kucing Persia cenderung pendiam dan tak banyak beraktivitas, maka pegawai swasta berusia 35 tahun itu pun nekat menjajal ternak kucing jenis Bengal. Meski berbekal pengetahuan minim soal kucing, akhirnya upaya penyilangan itupun berbuah manis.

Di tempat saya Bengal disilang dengan Persia agar tidak terlalu galak. Sebab karakter Bengal murni lebih sangar dan galak, susah dipegang karena super aktif. Tapi kalau disilang hasilnya bisa lebih jinak. Lucu dan menawan, namun juga tampil gagah. Ya salah satunya karena coraknya yang loreng-loreng,” paparnya.

Dikatakan, ia panen anakan kucing silangan Bengal rasa Persia minimal 2 kali dalam setahun. Setiap beranak rata-rata menghasilkan 6 ekor. Setiap anakan dijual antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Hal tersebut lebih murah dibanding harga peranakan kucing Bengal murni yang bisa mencapai puluhan juta rupiah per ekor. 

Sama halnya dengan apaya yang dikembangkan Rista, warga Sokokerep, Desa Semanu. Berawal dari kecintaannya dengan kucing imut jenis Persia Peaknose, kemudian dijadikan sebuah usaha kecil dengan cara diternak. Hasilnya lumayan dibandingkan dengan usaha-usaha iseng yang sebelumnya pernah ia coba.

"Dulu cuma punya Persia Peaknose. Terus lama-lama nambah punya Persia Medium sama Persia Flatnose," kata Rista, Jumat (10/08/2018).

"Modalnya dulu cuma Rp 3,5 juta. Tapi sekarang Alhamdulillah sih sudah balik modal bisa buat jajan-jajan," imbuh dia.

Baru beberapa bulan saja, dua kucing betina miliknya itu beranak rata-rata lebih dari 2 ekor. Masing-masing memiliki nilai jual yang lumayan tinggi. Bekisar dari 800 ribu hingga 1 juta lebih untuk satu ekor kucing. Itu juga tergantung dengan kualitas anakan.

"Kemarin malah beranak empat. Laku semua sih, masih di lingkup Gunungkidul dan Jogja yang beli. Setahuku kalau kucing ini memang banyak peminatnya," tambah dia.

Berprofesi sebagai bidan tidak mengurangi kecintaannya dengan kucing. Bisnis yang menjanjikan dengan perawatan yang mudah ini memang sangat ia minati. Untuk mengembangkan lebih banyak kucing yang diternakkan, dirinya sudah memikirkan hal itu. Hanya saja, Rista belum memiliki tempat yang memadahi.

"Usia kandungannya cuma sekitar 2 bulan. Kalau kucing kan cepet hamil dan beranak, jadi ya ini menurut saya menjanjikan sekali," tutup dia.