Tenis Meja Belum Banyak Dilirik, PTMSI Gandeng Kaum Muda
Olahraga

Tenis Meja Belum Banyak Dilirik, PTMSI Gandeng Kaum Muda

Semanu,(gunungkidul.sorot.co)--Perkembangan bibit atlet tenis meja di Gunungkidul diakui memang belum begitu familiar meski pernah menorehkan prestasinya. Oleh karenanya, olahraga ini menjadi salah satu olahraga potensial yang tengah digenjot oleh pemerintah.

Berbagai program baik jangka pendek, menegah, hingga panjang telah digagas oleh organisasi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Gunungkidul. Guna lebih menarik potensi yang dimiliki, PTMSI Gunungkidul merombak struktur keorganisasian. Hal itu dilakukan sebagai bentuk regenerasi, sehingga pemuda-pemuda mampu mengembangkan potensi yang ada.

Ketua PTMSI Gunungkidul, Slamet menjelaskan, sebanyak 20 pengurus PTMSI Gunungkidul dilantik pada Sabtu (11/08/2018) pagi tadi. Hampir sebagian dari anggota yang dilantik merupakan generasi muda, yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi berkembangjnya tenis meja di Gunungkidul.

"Misi kami jika pengurusnya muda-muda paling tidak pengetahuannya lebih modern. Sehingga mampu menciptakan atau membentuk club-club baru di masing-masing kecamatan," kata Slamet saat ditemui usai acara Pelantikan Pengurus Baru.


Menurut dia, meski belum begitu familiar di kalangan pemuda khususnya pelajar, namun tekad organisasi ini untuk lebih maju lagi begitu luar biasa. Program-program telah disusun untuk membawa perubahan. 

Berbicara mengenai kualitas secara indiviual, atlet tenis meja di Gunungkidul tidak bisa diragukan kembali. Banyak atlet-atlet berbakat yang berhasil menjuarai even Nasional bahkan Internasional.

Namun tidak dipungkiri jika secara daerah, Gunungkidul masih tertinggal dari wilayah Kota Jogja dan Bantul. Program-program yang rencananya akan direalisasikan yakni pengenalan secara memasyarakat. Terlebih dahulu olahraga ini didekatkan dengan masyarakat umum dan pelajar. Untuk prestasi sedikit dikesampingkan agar banyak yang mengenal yang menggemari.

"Dari sekolah ke sekolah kita usahakan ada semacam promosi di sekolah. Ini tentu butuh bantuan dari pemerintah daerah untuk memberikan fasilitas yang memadahi," tambah dia.

Berbagai kendala juga dirasakan oleh organisasi ini untuk mengembangkan sayapnya. Seperti belum dimilikinya gedung yang menyentral dan permanen untuk pelatihan para atlet. Kondisi ini juga sangat berpengaruh terhadap semangat dan minat dari atlet. Jadi seolah mereka dibuat dilema dengan keinginan dan keadaan.

"Kalau untuk pelatih tensi meja kita usahakan mengantongi sertifikasi sehingga tidak diragukan lagi kualitasnya. Mungkin untuk gedung, jika pemerintah merepon memberikan satu gedung mangkrak saja akan kami sulap jadi tempat latihan yang nyaman," imbuh dia.

Terpisah, Ketua PTMSI DIY, Bagiya Rakmadi mengatakan potensi atlet yang dimiliki oleh Gunungkidul luar biasa. Adapun keunggulan dibandingkan dengan daerah lain yakni keuletan dan mental yang tangguh. Menurutnya, ini juga dipengaruhi dengan kondisi geografis dan kebiasaan untuk hidup ulet.

Dari induk organisasi di tingkat provinsi akan telah menangkap potensi-potensi yang dimiliki oleh atlet Gunungkidul. Sehingga nantinya jika ada kesempatan dan mampu menunjukkan yang terbaik bukan tidak mungkin jika atlet Gunungkidul akan kembali tampil diajang Nasional bahkan Internasional.

"Perhatian tidak hanya datang dari kami. Tapi orang tua juga tidak boleh lupa, sekecil apapun dukungan itu begitu berpengaruh," tuturnya.

Konsep-konsep yang dimiliki oleh PTMSI Gunungkidul nantinya akan dikaji ulang oleh PTMSI DIY sehingga dapat sinkron dengan kondisi yang ada. Mengingat potensi masing-masing daerah itu berbeda. Kompetisi dan jam terbang di Gunungkidul diakuinya masih begitu kurang. Maka dari itu level di tingkat daerah, Gunungkidul masih berada ditingkat 4.

"Dengan rotasi pengurus ini kami harapkan mampu membawa perubahan di dunia tenis meja. Sehingga dapat mendongkrak polularitas olahraga yang satu ini," tutup dia.