Balapan Liar Berujung Pengeroyokan, Lima Pemuda Disidangkan
Hukum & Kriminal

Balapan Liar Berujung Pengeroyokan, Lima Pemuda Disidangkan

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sidang pertama kasus pengeroyokan yang dilakukan sekelompok pemuda asal Kecamatan Playen, Rabu (12/09) kemarin masuk meja persidangan Pengadilan Negeri Wonosari. Usut punya usut, kasus bermula karena rencana balapan liar yang dilakukan batal digelar.

Peristiwa tersebut terjadi pada 13 Juni 2018 atau menjelang Hari Raya Idul Fitri sekira pukul 02.30 WIB. Dua kelompok dari Kecamatan Playen dan Kecamatan Saptosari berencana menggelar balapan liar di dekat Goa Ngingrong, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari. Saat keduanya bertemu di lokasi, kelompok dari Saptosari tiba-tiba membatalkan balapan. Kelompok Saptosari pun membubarkan diri.

Tak terima, kelompok dari Kecamatan Playen kemudian mengejar kelompok Saptosari yang bubar dengan berpencar. Ada yang mengejar ke arah pantai, arah Saptosari serta arah Wonosari.

Saat itu kemudian Jardiyono (32) beserta lima orang lainnya dari kelompok Saptosari dihentikan di wilayah Mulo. Ditanyailah mereka kenapa membubarkan diri. Namun mereka beralasan bahwa datang hanya sebagai penonton. Kelompok Playen kemudian melepaskan mereka.

Tak sampai disitu, Kelompok Playen menghentikan kembali ketika sampai di wilayah Padukuhan Wareng IV, Desa Wareng, Kecamatan Wonosari. Mereka kemudian menanyakan kembali siapa pemainnya. Jardiyono pun kemudian menghubungi temannya yang rencananya menjadi pemain balapan.

Yang ditelepon kemudian ngomong Jardiyono yang akan balapan. Nah, tidak terima jawaban saling lempar, plin-plan, akhirnya terjadi keributan dan Jardiyono dikeroyok. Yoga sebagai temannya Jardiyono berencana melerai justru ikut dikeroyok. Ditambah teman-teman yang sebelumnya berpencar dari kelompok Playen datang ke lokasi,” ungkap Jaksa Penuntut Umum, Arie Wibowo, Kamis (13/09/2018).

Diungkapkan Arie, keempat orang serombongan dengan Jardiyono tidak ikut dipukuli lantaran pelaku merasa tidak mengenal. 

Sebenarnya yang mengeroyok banyak tapi mereka juga tidak saling kenal. Jadi satu kelompok itu tidak kenal semuanya, baik Playen maupun yang Saptosari. Lima terdakwa yang diamankan mereka saling kenal. Ro (23), MS (18), AW (21), Vi (21), dan Lo (36) yang kemarin disidangkan,” ungkapnya.

Meski sudah membuat pernyataan damai pada 3 Agustus 2018, tetapi proses hukum tetap berjalan. Mereka dijerat dengan Pasal 170 tentang pengeroyokan. Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Aria Verronica dan dua hakim anggota Nataline serta Agung Budi akan kembali digelar pada pekan depan.