Rumah Pak Mantri Dirobohkan Pemerintah, Warga Ngaku Terenyuh
Peristiwa

Rumah Pak Mantri Dirobohkan Pemerintah, Warga Ngaku Terenyuh

Purwosari,(gunungkidul.sorot.co)--Puluhan warga Padukuhan Karangtengah, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari kini bersedih alias terenyuh. Sebab salah satu rumah non permanen di wilayah setempat yang mereka bangun lebih dari 20 tahun silam kini kondisinya telah rata tanah.

Kesedihan warga bukan karena nilai rupiahnya, namun lebih kepada sikap pemerintah yang dinilai tebang pilih dalam menegakkan aturan. Rumah tersebut berdiri di atas tanah Sultan Ground (SG) yang dikelola oleh Dinas Kehutanan  DIY.

Pengakuan warga bangunan itu didirikan sekitar 25 tahun silam secara gotong royong melibatkan masyarakat setempat. Akan tetapi sejak Senin, 10 September 2018, kondisinya luluh lantak lantaran dirobohkan oleh puluhan petugas berseragam dinas DIY.

Menurut Sumijo, warga setempat, rumah itu didirikan warga sebagai penghargaan kepada Pak Mantri Ranto. Dia dianggap tokoh yang bisa merubah paradigma warga setempat, terutama di bidang kesehatan. Sebelum Pak Mantri datang, warga dulu sangat percaya dengan peran dukun dan hal mistis dalam pengobatan. Namun setelah ia datang, warga menjadi lebih sadar akan pentingnya dunia medis dalam pengobatan.

Karena saking senangnya, warga berinisiatif membangunkan rumah untuk Pak Ranto. Kalau sekarang dirobohkan itu sangat terenyuh,” ujar Sumijo diamini Sumardiyono, mantan Sekdes Giricahyo, Kamis (13/09/2018).

Menyusul adanya perobohan rumah yang dulu ditinggali Ranto, warga mencium adanya hal ganjil. Sebab sekitar 15 meter dari rumah non permanen yang kini dirobohkan itu justru berdiri bangunan permanen di kawasan tanah Sultan Ground. 

Misalkan kalau itu memang melanggar, kok yang dirobohkan tidak semuanya. Padahal yang rumah permanen yang bangun malah belum lama ini, sekarang juga masih ada,” kritik Sumijo.