Aksi Klitih di Wareng, Jaksa Beberkan Alasan Pelaku Lempar Batu
Hukum & Kriminal

Aksi Klitih di Wareng, Jaksa Beberkan Alasan Pelaku Lempar Batu

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Wonosari membeberkan alasan aksi yang awalnya diduga sebagai ulah geng klitih oleh dua orang yang berkendara sepeda motor pada 12 Juli 2018 lalu. Ada dua alasan yang didapatkan jaksa dari aksi yang dilakukan di jalur Paliyan - Wonosari, tepatnya di Desa Wareng, Wonosari itu.

Diketahui aksi pelemparan batu yang dilakukan WS (24), warga Desa Serut, Gedangsari, yang diboncengkan IK (32), warga Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, sempat ramai di media sosial. Keduanya babak belur dihajar massa usai melakukan pelemparan batu ke mobil Honda Brio nopol AB 1061 AW milik Hamzah, warga Mulusan, Kecamatan Paliyan sekira pukul 23.30 WIB.

JPU Arie Wibowo mengatakan, dari hasil penyidikan terdakwa WS yang merupakan fans klub PSS Sleman mengaku ingin balas dendam kepada suporter dari Solo. Keduanya dalam perjalanan pulang usai mengikuti perayaan bersama kelompoknya di sebuah pantai di Kecamatan Saptosari. Dalam perjalanan pulang pelaku memang sudah mengantongi batu.

Niatnya ngincer plat AD tapi yang dilempar justru plat AB. Itu keterangan dari penyidikan polisi. Saat kami tanyakan lagi ngakunya karena silau dengan lampu mobilnya,” papar JPU Arie Wibowo, Kamis (13/09/2018).

Akibat ulahnya, dia dikejar oleh korban dan warga. Keduanya tertangkap di wilayah Desa Wareng, Wonosari, hingga akhirnya bonyok dihajar massa. 

Yang ngendarain motornya nggak tahu, tapi kena imbasnya juga,” ucapnya.

Sidang pertama yang dilangsungkan di Ruang Garuda Pengadilan Wonosari, Rabu (12/09) kemarin akan dilanjutkan pekan depan. Terdakwa dijerat Pasal 406 KUHP tentang pengrusakan dengan hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara.