Hadirkan Kepala Dinas, Bapak Ibu Guru Curhat Gaji Secuwil
Pendidikan

Hadirkan Kepala Dinas, Bapak Ibu Guru Curhat Gaji Secuwil

Tanjungsari,(gunungkidul.sorot.co)--Permasalahan seputar kesejahteraan Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT) di Kabupaten Gunungkidul masih terus terjadi hingga saat ini. Pendapatan para GTT/PTT dari dulu hingga sekarang dirasa masih jauh dari kata cukup.

Di Kecamatan Tanjungsari misalnya, hingga kini masih tercatat ada 300 GTT/PTT dari tingkat pengajar TK sampai dengan SMP yang merasakan kesejahteraan belum semestinya.

Ketua Forum Guru Tidak Tetap/ Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT) Kecamatan Tanjungsari, Suyatmin mengatakan bahwa GTT/PTT yang tersebar di tingkat TK, SD, maupun SMP tersebut rata-rata mendapat honor perbulan antara Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu/bulan. Angka tersebut dirasa sangat kecil dibanding dengan beban pekerjaan yang ada saat ini.

"Memang untuk gaji sangat memprihatinkan. Ibaratnya buat beli bahan bakar minyak untuk nglaju saja tidak cukup," ungkap Suyatmin.

Menyikapi hal tersebut Forum GTT/PTT Kecamatan Tanjungsari mengadakan sarasehan yang bertemakan mewujudkan GTT dan PTT yang sejahtera dan profesional. Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah makan di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari pada Kamis (13/09/2018) dihadiri Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid. 

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menggugah para komite sekolah untuk ikut serta mensejahterakan GTT/PTT. Karena saat ini sudah ada aturan resmi dari pemerintah bahwa komite boleh menerima sumbangan dari luar untuk kepentingan sekolah.

"Aturannya kan jelas di Permendikbud No.75 Tahun 2016 tentang sekolah boleh menerima sumbangan. Nah itu bisa jadi alternatif untuk membantu kesejahteraan GTT/PTT ini," lanjut Suyatmin.

Harapan kami semoga para komite sekolah menjadi tidak takut untuk ikut bergerak mensejahterakan para GTT,” pintanya.