Blak - blakan ! Pak Mantri Beberkan Soal Rumah Dirobohkan Pemerintah
Hukum & Kriminal

Blak - blakan ! Pak Mantri Beberkan Soal Rumah Dirobohkan Pemerintah

Purwosari,(gunungkidul.sorot.co)--Puluhan warga Karangtengah, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari belakangan ini merasa terenyuh (sedih) usai melihat rumah non permanen dirobohkan pemerintah. Bangunan hasil gotong royong warga setempat sekitar 27 tahun silam sebagai penghargaan kepada Pak Mantri Kesehatan itu kini telah rata tanah.

Diperoleh informasi dari berbagai sumber, proses perobohan bangunan dilakukan oleh puluhan petugas berseragam dinas. Mereka menghancurkan rumah yang berada di sebuah bukit tepi Jalan Panggang – Purwosari pada hari Senin, 10 September 2018.

Menyusul adanya kejadian tersebut, Ranto, Pak Mantri Kesehatan pun angkat bicara blak-blakan kepada sorot.co, Jumat (14/09/2018).

Ranto sejatinya tidak mempermasalahkan soal perobohan bangunan jika memang melanggar. Karena pada dasarnya sejak ditugaskan sejak tahun 1991, ia juga tidak pernah mengemis untuk dibuatkan rumah di atas tanah Sultan Ground (SG). Kendati begitu ia menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai tidak adil.

Sebab jarak puluhan meter dari rumah non permanen yang dirobohkan juga ada bangunan lain yang diduga sengaja dibiarkan oleh petugas. Sepengetahuan Ranto, bangunan itu permanen dan sama-sama berdiri di atas tanah SG yang dikelola oleh Dinas Kehutanan DIY.

Saya hanya ingin pemerintah adil dalam menjalankan aturan. Kok bangunan sebelah cuma dibiarkan, padahal itu dibangun belum lama. Kalau memang sama-sama melanggar aturan kenapa tidak dirobohkan juga. Ada apa dibalik ini semua?” ujar Ranto yang kini bertugas di Puskesmas Purwosari.

Aneh saja rasanya. Mosok yang bangunan permanen itu kabarnya malah disuruh mbangun. Itu rumah pribadi, lumayan gede. Yang suruh mbangun itu katanya dari Pak Heru Mandor, terus sama Kasi nya Pak Budi. Itu dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY,” beber dia.

Ranto mengaku sudah melakukan kroscek terkait hal tersebut ke Dinas Kehutanan pada akhir tahun 2017 dan pejabatnya memberikan penjelasan panjang lebar.

Katanya sudah ada semacam tukar guling atau pindah tangan gitu, saya nggak begitu paham. Untuk surat kekancingan saya sudah urus ke Paniti Kismo, semua masih dalam proses. Sebenarnya saya ajukan sejak 4 April, tapi syaratnya kurang sehingga mundur jadi bulan Juni kalau nggak salah,” terangnya.