PTSL, 78.500 Bidang Tanah di Gunungkidul Tak Semua Terbit Sertifikat
Pemerintahan

PTSL, 78.500 Bidang Tanah di Gunungkidul Tak Semua Terbit Sertifikat

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Pemerintah pusat Tahun 2018 ini mentargetkan legalisasi asset sebanyak 8 juta Peta Bidang Tanah (PBT) dan 7,5 juta Sertifikat Hak Atas Tanah (HAT). Program Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) menyasar juga ke Kabupaten Gunungkidul yang dibebani 78.500 bidang tanah yang harus selesai tahun ini.

Kepala Seksi Ukur, Kantor Pertanahan Kabupaten Gunungkidul, Ibnu Prasetyo mengatakan, sebanyak 78.500 bidang tanah tersebut tidak semuanya terbit sertifikat. Ada 4 kluster dalam penanganan legalisasi dan sertifikasi tanah yang ada di Gunungkidul.

Tidak semua jadi sertifikat, K1 itu terbit sertifikat, K2 hanya pencatatan sengketa tanah, K3 juga tidak terbit sertifikat karena subyek tidak memenuhi syarat, sedangkan K4 itu sudah ada sertifikatnya namun belum ada di peta tanah,” jelas dia, Kamis (13/09/2018).

Ibnu Prasetyo menambahkan, dari 78.500 bidang tanah yang masuk program PTSL 2018 belum bisa dihitung berapa yang K1, K2, K3, atau K4 karena saat ini dalam proses pengerjaan. Biaya yang digelontorkan pemerintah dalam tiap-tiap kluster berbeda sesuai dengan Petunjuk Teknis Nomor 1069/3. 1 – 100/IV/2018 dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional. 

Lebih jauh, Ibnu Prasetyo menjelaskan, tidak semua proses penerbitan sertifikat dibiayai oleh pemerintah. Pengajuan sertifikat yang memerlukan notaries dalam penerbitan akta tanah seperti tanah jual beli atau hibah biayanya ditanggung oleh pemohon.

Pendaftaran, pengukuran, hingga penerbitan sertifikat di dalam PTSL dibiayai oleh pemerintah, tetapi pematokan dan pemberkasan ditanggung oleh pemohon. Kebutuhan patok misalnya, masing-masing pemohon tidak sama kebutuhannya,” pungkas dia.