Gempa Sehari Sampai Lima Kali, Begini Penjelasan BMKG
Peristiwa

Gempa Sehari Sampai Lima Kali, Begini Penjelasan BMKG

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis lima peristiwa gempa yang terjadi dalam sehari pada Rabu (03/10) kemarin. Gempa ini bersumber dari patahan dasar laut yang sama.

Dari rilis yang dikeluarkan BMKG DIY melalui akun Twitter resminya, lima pusat gempa memang terjadi di laut. Kelimanya terjadi pada pukul 03.56 WIB dengan kekuatan gempa 3,5 SR, pukul 04.38 WIB dengan kekuatan gempa 4,6 SR, pukul 06.03 WIB dengan kekuatan gempa 3,0 SR, pukul 08.29 WIB dengan kekuatan gempa 3,4 SR, serta terakhir pukul 16.16 WIB dengan kekuatan gempa 4,1 SR.

Sedangkan satu gempa terjadi di daratan, tepatnya di wilayah Klaten, dengan kekuatan 2,4 SR berlangsung pada pukul 05.00 WIB.

"Betul kemarin memang terjadi 5 gempa dengan variasi magnitude dari 3-4. Dan pada kedalaman dangkal," kata Budi Nugroho, Kepala Kelompok Operasional Pusat Gempa Regional (PGR) VII BMKG DIY Stasiun Geofisika Yogyakarta kepada sorot.co, Kamis (04/10/2018).

Budi menjelaskan, kejadian gempa sampai lima kali itu terjadi karena aktivitas patahan di dasar laut. Fenomena tersebut wajar karena di wilayah selatan Yogyakarta terdapat jalur subduksi. 

"Kita bersyukur energi gempa terlepas secara perlahan dengan magnitude yang kecil sehingga kemungkinan terjadi akumulasi energi dapat dihindari," ucapnya.

Budi membenarkan bila waktu kejadian gempa-gempa tersebut dalam rentang waktu yang dekat, karena dimungkinkan sumber gempa berasal dari segmen patahan dasar laut yang sama. Dia berharap, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kejadian tersebut.

"Jangan mudah terpancing info terkait prediksi gempa yang akan terjadi. Untuk info lebih lanjut jika diperlukan masyarakat dapat mengubungi Stasiun Geofisika Yogyakarta," tutupnya.