Catatan Dinsos, Hanya Ada 46 Pengidap Gangguan Jiwa di Gunungkidul
Sosial

Catatan Dinsos, Hanya Ada 46 Pengidap Gangguan Jiwa di Gunungkidul

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Setidaknya ada 46 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Gunungkidul tercatat di Dinas Sosial Gunungkidul. Namun data ini bukanlah update data terbaru Dinsos, karena masih ada ODGJ yang belum masuk catatan Dinsos Gunungkidul, salah satunya Subarno, warga Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus.

Dikatakan oleh Winarto, Kasi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Gunungkidul, data tersebut adalah data yang diterima dari petugas TKSK atau Tenaga Kerja Sosial Kacamatan pada tahun 2016. Pihaknya mengakui bahwa upgrade data seyogyanya dilakukan setiap tahunnya. Namun menurutnya mendata dan mengklasifikasi ODGJ bukan hal yang mudah.

Data yang ada menunjukkan bahwa para ODGJ di Gunungkidul masih ada yang dikamarkan tidak dipasung, dikamarkan saja, dipasung juga dirantai dengan sebaran wilayah hampir merata di semua kecamatan.

Dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul berupaya dengan melakukan penjangkauan setiap bulannya terhadap ODGJ lalu menyalurkannya ke RSJ.

Dikatakan, upaya berikutnya adalah dengan dilakukan evakuasi. Namun program ini terkonsentrasi di Dinsos DIY. Bahwa di tahun 2018 Gunungkidul juga mendapat jatah evakuasi ODGJ.

"Timnya Puskesmas, Babinsa, Dinsos GK, Dinsos DIY, TKSK. Jadi sebenarnya ODGJ sakit pskilogos, kita hanya hanya memfasilitasi kalau ada dana seperti evakuasi ini. Sifatnya membantu meringankan beban keluarga ODGJ termasuk ODGJ nya sendiri," jelas Winarto, Rabu (10/10/2018).

Menurutnya, dana evakuasi 2018 ini turun dari Dinsos DIY. Tugas Dinsos Gunungkidul adalah mengusulkan ODGJ yang paling memiliki tingat urgensi tinggi untuk dievakuasi segera ke RSJ Grhasia. Seperti ODGJ yang dipasung karena menimbulkan kekhawatiran keluarga. 

"Kami hanya dapat sebagian kecil yang ada di DIY. Kami hanya dapat kegiatan itu saya jatah sekian orang ODGJ untuk dievakusi. Termasuk SPJ dari Dinsos DIY, kita hanya pelaku. Tingkat keseriusan kita usulkan untuk dibawa ke RSJ Grhasia," tambahnya.

Winarto menegaskan, tugas dan peran Dinsos lebih tepatnya adalah setelah ODGJ dinyatakan sembuh. Baru Dinsos masuk untuk memberikan pelayanan rehabilitasi.

"Dinsos perannya setelah sembuh, tatkala mereka sakit itu domain rumah sakit. Rehabilitasi selesai ke pemberdayaan," tutupnya.