Tragedi Gantung Diri, 20 Orang Meregang Nyawa Tahun Ini
Peristiwa

Tragedi Gantung Diri, 20 Orang Meregang Nyawa Tahun Ini

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Berbicara tentang kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul seakan tidak ada habisnya. Tahun ini saja, hingga awal Oktober 2018, sudah puluhan orang menjadi pelaku bunuh diri. Jumlah ini tak jauh berbeda dari dua tahun sebelumnya.

Catatan kepolisian atas peristiwa gantung diri yang terjadi tahun ini berjumlah 20 kasus. Aksi gantung diri pertama tahun ini dilakukan oleh seorang kakek. Diduga kuat aksi nekatnya itu karena penyakit yang tak kunjung sembuh. Pelaku gantung diri itu adalah So Dikromo (70), warga Padukuhan Cari, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus. Ia ditemukan oleh anak perempuannya tergantung di kayu blandar ruang tamu, Senin, 8 Januari 2018 sekira pukul 05.00 WIB. Adapun yang terakhir, gantung diri di Gunungkidul terjadi pada Sabtu (06/10/2018) pagi, yang dilakukan oleh pemuda 21 tahun di Padukuhan Rejosari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari.

Tahun ini sampai awal Oktober ada 20 kasus,” ujar Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Anang Prastawa, Kamis (11/10/2018) siang.

Anang mengatakan, selain kasus gantung diri, tiga kematian dengan cara bunuh diri juga terjadi dengan aksi yang berbeda-beda. Ada yang melakukan bunuh diri dengan menceburkan diri ke dalam sumur dengan kaki diikat tali, menceburkan diri ke laut, serta menenggak obat rumput. 

Kemudian adapula dua percobaan bunuh diri yang terlaporkan kepada kepolisian. Pertama mencoba bunuh diri dengan menenggak 60 saset obat batuk sekaligus, sedangkan kedua meminum obat serangga.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, kasus gantung diri maupun bunuh diri dengan cara lain yang terjadi umumnya dilatarbelakangi oleh faktor penyakit menahun yang diderita oleh para pelaku. Selain itu, kondisi tekanan ekonomi maupun psikis juga menjadikan seseorang berani melakukan gantung diri

Mundur setahun ke belakang, tepatnya pada 2017, sebanyak 30 orang tercatat nekat melakukan gantung diri, dengan 4 orang juga melakukan percobaan bunuh diri. Sementara tahun 2016, jumlah gantung diri yang terjadi berselisih 2 kejadian lebih sedikit, dengan 28 kasus.

Psikiater RSUD Wonosari, Ida Rochmawati, saat ditemui sorot.co pernah menyampaikan bila bunuh diri bukanlah peristiwa yang datang tiba-tiba. Banyak aspek yang menyebabkan orang melakukan bunuh diri. Dan pada dasarnya, setiap orang mempunyai faktor risiko untuk melakukannya.