Dua Ribu GTT/PTT Gunungkidul Bakal Mogok Kerja Mulai Senin Depan
Pendidikan

Dua Ribu GTT/PTT Gunungkidul Bakal Mogok Kerja Mulai Senin Depan

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Aksi mogok kerja akan dilakukan oleh para Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang tergabung dalam Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Kabupaten Gunungkidul mulai Senin (15/10/2018) mendatang. Kesepakatan tidak bekerja itu merupakan bentuk protes GTT/PTT atas kebijakan pemerintah yang dianggap mendiskriminasi mereka.

Ketua FHSN Gunungkidul, Aris Wijayanto menjelaskan, mogok kerja itu dikarenakan keputusan pemerintah terkait rekrutmen CPNS, terkhusus Peraturan Menpan RB Nomor 36 Tahun 2018. Aturan itu dianggap menyingkirkan peran GTT/PTT yang selama ini mengabdi untuk bisa menjadi ASN.

Sebagai bentuk solidaritas temen-temen secara nasional, GTT PTT se-Indonesia, mogok kerja, izin tidak masuk kerja. Alasannya kami anggap banyak peraturan pemerintah yang tidak condong ke kami, terutama masalah kemarin Permenpan 36/2018, diskrimatif, membatasi batasan usia, padahal tenaga GTT/PTT banyak yang lebih dari 35 tahun,” kata Aris Wijayanto kepada sorot.co, Jumat (12/10/2018).

Selain karena aturan itu, Aris juga meminta pemerintah pusat membatalkan proses rekrutmen CPNS sedang berlangsung. Hal yang mendasari tuntutan karena tenaga baru hasil rekrutmen CPNS, bisa menggusur posisi para GTT/PTT yang bertahun-tahun telah mengabdi. 

Pihaknya juga mendesak DPR RI untuk segera merevisi UU Tahun 2014 tentang ASN. Karena dengan revisi itu, GTT/PTT berpeluang lebih besar diangkat menjadi ASN ketimbang harus melalui seleksi.

Revisi UU No.5 Tahun 2014 menjadi satu-satunya pintu masuk tenaga honorer diangkat menjadi pegawai negeri berdasarkan masa kerja,” katanya.

Aksi ini akan diikuti oleh 2 ribuan GTT/PTT seluruh Gunungkidul. Rencananya mogok kerja serentak bakal dilaksanakan hingga 31 Oktober 2018 mendatang.