Blangkon Mbah Joni, Produk Ndeso Rasa Alusan
Budaya

Blangkon Mbah Joni, Produk Ndeso Rasa Alusan

Playen,(gunungkidul.sorot.co)--Blangkon adalah penutup kepala dalam adat Jawa yang terbuat dari kain motif batik dan digunakan oleh kaum pria. Guna melestarikan blangkon, seniman asal Kernen, Desa Ngunut, Kecamatan Playen kini semakin getol memproduksinya.

Dia adalah Joni Gunawan. Seniman senior berusia 56 itu sudah 3 tahun ini menjadi perajin blangkon. Hampir semua blangkon produksinya merupakan blangkon alusan. Blangkon karyanya hanya menggunakan bahan kain batik semata, tanpa memakai alas seperti blangkon pada umumnya.

Diutarakan, ciri khas blangkon alusan salah satunya adalah bisa dilipat dan bisa dikantongi di saku celana. Sedangkan blangkon koden biasanya beralaskan kardus dan agak kaku. Jenis ini banyak dijual di toko-toko.

Untuk membuat blangkon alusan, Joni dalam sehari hanya bisa memproduksi 2 buah saja. Karena pengerjaannya sangat rumit, maka tak heran jika harga jualnya pun jauh lebih mahal yakni mencapai Rp 250.000 /buah.

"Membuat blangkon alusan seperti orang melukis, tergantung mood. Kalau moodnya sedang baik, bisa dalam sehari memproduksi empat blangkon. Kalau moodnya biasa saja ya cuma dua blangkon. Jadi kita tidak ready stok, ada pesanan kita buatkan," ungkapnya, Sabtu (03/11/2018).

Ia mengklaim bahwa perajin blangkon alusan di Gunungkidul baru dirinya lah yang memproduksi. Ia memasarkan blangkon melalui media sosial, dan kebanyakan dipesan dari pasar lokal Gunungkidul. 

Untuk karyawan saya ada dua orang. Kenapa tidak banyak, karena untuk pembuatan blangkon alusan harus punya keahlian khusus dan tidak sembarangan orang bisa,” tandas Joni.

"Saya memproduksi blangkon ini bukan semata untuk ladang bisnis, tapi untuk melestarikan saja. Bagi saya sebagai orang seni, sebuah karya bisa diterima dan dihargai masyarakat adalah sebuah kebanggaan sendiri," ujarnya. (Devi)