Sepasang Elang  Ular Bido Dilepas ke Alam Bebas
Sosial

Sepasang Elang Ular Bido Dilepas ke Alam Bebas

Playen,(gunungkidul.sorot.co)--Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta melepasliarkan sepasang Elang Ular Bido (Spilornis cheela) di komplek Stasiun Flora Fauna (SFF) yang termasuk bagian kawasan Taman Hutan Raya Bunder, Desa Gading, Kecamatan Playen, Senin (05/11/2018).

Raptor atau burung pemangsa berjenis kelamin jantan dan betina ini sebelumnya direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Raptor SFF Bunder milik Balai KSDA Yogyakarta kurang lebih pada tahun 2016 silam. Setelah sekian lama direhabilitasi dan diobservasi baik kesehatan dan perilakunya, akhirnya kedua satwa tersebut direkomendasikan untuk bisa dikembalikan ke alam.

Sebelumnya pada tanggal 30 Oktober 2018 juga dilakukan penandaan (tagging) pada elang tersebut sebagai tahap akhir sebelum dilepasliarkan. Penandaan menggunakan ring atau cincin pada kaki, sementara itu elang juga dipasang potongan kain kuning di bagian sayap lengkap dengan ID BKSDA Yogyakarta beserta nomor Handphone Quick Response.

"Proses penandaan digunakan untuk memudahkan monitoring pasca pelepasliaran," ujar Andie Chandra Herwanto, Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Yogyakarta.

Sementara itu Kepala BKSDA Yogyakarta, Junita Parjanti mengatakan salah satu tujuan utama dari rehabilitasi satwa yaitu pengembalian satwa liar ke alam. Ini salah satu harapan dari kegiatan konservasi satwa liar bahwa satwa dapat kembali lagi ke alam. 

Lebih lanjut Junita mengatakan bahwa kegiatan pelepasliaran merupakan upaya pengawetan satwa. Selain itu raptor merupakan top predator sehingga diharapkan akan membantu keseimbangan ekosistem. Di Indonesia, keluarga raptor yang masuk dari family accipitridae dan falconidae termasuk satwa dilindingi UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Sehingga kegiatan yang melingkupi perburuan, perdagangan dan kepemilikan terhadap satwa tersebut adalah illegal, dan bisa diancam dengan pidana sampai dengan 5 tahun atau denda sampai dengan Rp 100 juta. Kemudian untuk semua jenis raptor, semua jenis raptor dilindungi," tegas Junita.

Ia juga berharap semua pihak, termasuk masyarakat semakin sadar dan aktif dalam membantu upaya konservasi.

"Dipilihnya kawasan Taman Hutan Raya Bunder sebagai lokasi pelepasliaran tentunya dengan berbagai pertimbangan baik sumber pakan yang masih tersedia, dan hasil pengamatan perilaku individu Elang Ular Bido harian semakin menunjukkan kesiapan mereka untuk dilepasliarkan," ungkapnya.