Dipangkas, Pengajuan Dana Rekontruksi Bencana Gunungkidul Rp 107 Miliar
Pemerintahan

Dipangkas, Pengajuan Dana Rekontruksi Bencana Gunungkidul Rp 107 Miliar

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Usulan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana badai tropis Cempaka senilai Rp 107 miliar dipangkas Kementerian Keuangan. Meski begitu, jatah dana hibah bantuan yang diberikan untuk Kabupaten Gunungkidul masih cukup besar senilai Rp 75 miliar.

Badai Siklon Tropis Cempaka yang berlangsung selama sepekan pada akhir November hingga awal Desember 2017 silam menyebabkan Gunungkidul sempat porak-poranda. Hampir di seluruh wilayah Gunungkidul terjadi bencana yang disebabkan oleh luapan air maha dahsyat. Setelah peristiwa itu, banyak fasilitas publik dan rumah-rumah warga alami kerusakan.

Pemkab Gunungkidul kemudian mengajukan usulan dana rehabiliatasi dan rekonstruksi pasca bencana senilai Rp 107 miliar. Namun berdasarkan surat yang turun awal November 2018, pengajuan usulan dipangkas oleh Kementerian Keuangan sehingga hanya menjadi Rp 75 miliar.

Sebenarnya usulan kita sampai verifikasi muncul angka Rp 107 miliar. Kita juga belum tahu persis kok turun Rp 75 miliar, berarti ada kegiatan atau pembangunan yang tidak diberi anggaran,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki, Senin (05/11/2018).

Dijelaskan, pengajuan anggaran pasca bencana Gunungkidul rencananya bakal digunakan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas yang rusak seperti perumahan, infrastruktur jembatan, jalan-jalan, talud, dump serta Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Akan tetapi, pemangkasan anggaran hingga Rp 32 miliar membuat sejumlah rencana kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak dapat dijalankan dengan segera. 

Edy sejauh ini masih menunggu sosialisasi dari Sekda Gunungkidul bersama Bappeda untuk mendapat penjelasan lebih detail tentang penggunaan anggaran yang bakal diterima. Dikatakan pula, pencairan dana masih menunggu proses penandatanganan perjanjian dana hibah daerah antara Kemenkeu dengan Pemkab Gunungkidul.

Muncul Rp 75 miliar, itu item-item mana saja yang disetujui. Paling tidak kalau sudah ada sosilisasi, nanti jadi tahu yang dibiayai dari hibah itu ini ini ini. Setelah itu menunggu penandatangan perjanjian, paling tidak 30 hari uang baru cair. Pelaksanaannya bisa satu tahun melampaui tahun anggaran,” pungkas Edy.