APK Dirusak, Pimpinan Anak Cabang PKB Meradang
Politik

APK Dirusak, Pimpinan Anak Cabang PKB Meradang

Purwosari, (gunungkidul.sorot.co)--Konstelasi politik jelang pilihan anggota legislatif (pileg) dan pilihan presiden (pilpres) 2019 mulai menghangat. Keadaan itu seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Purwosari.

Salah satu partai politik peserta pemilu yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meradang. Pasalnya dua buah Alat Peraga Kampanye (APK) jenis baliho caleg DPR RI dapil DIY, Agus Sulistiyono dirusak oleh orang tak dikenal.

Dugaan perusakan baliho itu terjadi di dua desa yakni Desa Giripurwo berlokasi di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) tepatnya di pertigaan tangkil dan baliho ke dua di pertigaan JJLS tepatnya di Nanas, Desa Girijati.

Ketua Pimpinan Anak cabang (PAC) PKB Purwosari, Sujiman mengungkapkan ada sebanyak 15 titik pemasangan baliho tersebar di 5 desa di Kecamatan Purwosari yakni Girijati, Giriasih, Giricahyo, Giripurwo dan Giritirto.

Sementara itu, perusakan baliho diketahui pihaknya pada Selasa 6 November 2018. Dua baliho berukuran 2 x 3 meter persegi yang dipasang di pinggir JJLS dengan menggunakan peyangga bambu itu diduga sengaja dirusak oleh seseorang. Hal itu ketara pada bekas barang bukti APK.

"Di Tangkil kelihatan jelas (baliho) masih berdiri masih sangat kokoh sekali, tapi sekarang APK (baliho) hilang dirobek-robek, kalau yang Girijati dijebol bambu penyangga diambil semua, APK digeletekke (tergeletak)," kata Sujiman bernada kesal.

Perihal perusakan itu, pimpinan cabang partai besutan kiai kharismatik sekaligus mantan Presiden RI Gus Dur itu mengaku heran. Pasalnya APK dari parpol-parpol lain masih dalam kondisi utuh. 

Terkait perkara itu pihaknya tidak mau berspekulasi siapa - siapa yang kemudian berani membuat suasana gaduh di kecamatan yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Bantul itu.

Ihwal kasus perusakan APK itu, lanjut Sujiman, pihaknya telah melapor ke Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Purwosari. Dia berharap laporannya itu ditindaklanjuti Panwascam.

Hal itu agar tidak menjadi preseden buruk bagi demokrasi politik Indonesia. Selain itu, ketegasan penyelenggara pemilu atau aparat terkait agar hal demikian tidak terjadi pada parpol-parpol lainnya.

Sementara itu Hasto Nugroho, Ketua Panwascam Purwosari membenarkan adanya dugaan perusakan APK itu. Namun demikian, dirinya membantah jika ada laporan resmi dari pengurus PKB Purwosari ihwal dugaan perusakan tersebut. Hasto mengatakan pihak parpol yang bersangkutan baru sebatas memberi informasi.

Kendati baru informasi awal, Hasto berujar jika ia bersama jajarannya turun langsung mengorek kasus tersebut. Pihaknya pun sudah menyarankan ke parpol yang bersangkutan untuk melaporkan secara resmi sangkaan perusakan APK.

Dia menegaskan jika terpenuhi unsur formal maupun material yang telah diatur undang-undang atas perusakan APK mandiri itu, pihaknya pun tak segan-segan memproses tindakan tersebut.

"Kalau menemui syarat tetap kami proses, Tapi Pak Jiman itu tidak melaporkan, hanya sebatas informasi. Kalau ada laporan, mestinya ada unsur-unsur itu. Itu sudah kita sarannya untuk memenuhi itu. Sudah kita tunggu di kantor (Panwascam) Selasa (06/11) tapi sampai sore tidak datang ," tandasnya. (Edy Setyawan)