Belasan Tahun Keliling Dorong Gerobak, Budiman Kini Jadi Pengusaha Sukses
Ekonomi

Belasan Tahun Keliling Dorong Gerobak, Budiman Kini Jadi Pengusaha Sukses

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kamis (08/11) pagi sudah beranjak siang. Budiman (53) tampak masih sibuk menyiapkan bakso dagangannya di sebuah gerobak kayu warna cokelat di depan sebuah rumah di Padukuhan Tegalmulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari.

Usaha saya jual bakso keliling di sini sudah 15 tahun,” ujar Budiman, pria asal Malang, Jawa Timur itu sambil memindahkan bakso dari loyang ke gerobaknya.

Awal tinggal di Jogja, Budiman bekerja sebagai kuli bangunan. Karena pekerjaan itu dinilai terlalu berat, ia mulai mencari pekerjaan lain. Namun karena tingkat pendidikannya yang rendah, mencari pekerjaan baru bukanlah hal mudah bagi Budiman. Akhirnya ia ikut bekerja bersama seorang temannya di Jogja berjualan bakso. 

Sekolah enggak, terus daripada di bangunan lebih pilih jualan bakso saja,” lanjut Budiman yang kini tinggal di Gelung, Desa Gari, Kecamatan Wonosari.

Setelah 5 tahun bekerja sebagai karyawan, akhirnya Budiman memilih mendirikan usahanya sendiri. Keahliannya meracik bakso ternyata tidak hanya didapat dari pengalamannya saja. Di Malang hampir semua keluarga Budiman adalah pengusaha bakso.

Itulah mengapa saya memilih dagang bakso Malang. Semua keluarga di Malang jualan bakso,” kata Budiman.

Tidak disangka bakso racikannya pun laris dan langsung bisa diterima masyarakat Wonosari dan sekitarnya. Sampai sekarang dari usaha sederhananya itu Budiman dapat mempekerjakan empat orang karyawan.

Saban hari, dagangan dari 4 gerobak bakso itu hampir semuanya ludes terjual. Namun karena keterbatasan modal, Budiman belum dapat membuka warung, sehingga penjualan baksonya masih dijajakan secara keliling dengan gerobak dorong.

Bakso Malang juga dipilih bukan semata-mata karena faktor ekonomi, melainkan ada misi lain yaitu eksistensi kampung halaman. Meski sudah 20 tahun lebih tinggal di Yogyakarta, namun Budiman tetap tidak melepaskan ciri khas kampung halaman yang telah membesarkannya itu.

Kan saya dari Malang, jadi bawa nama dari tempat sendiri,” ujarnya dengan senyum ramah.

Dari usaha bakso Malang itu, Budiman paling sedikit meraup keuntungan bersih sebesar Rp 50 ribu/gerobak setiap hari. Dari hasil itu ia bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Kedepan Ia juga berharap usahanya itu semakin sukses, sehingga bisa mempekerjakan lebih banyak karyawan lagi. (Her)