Dua Ibu Hamil Positif Mengidap HIV, Kondisi Bayi Terancam
Peristiwa

Dua Ibu Hamil Positif Mengidap HIV, Kondisi Bayi Terancam

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mendapatkan puluhan temuan baru kasus HIV-AIDs di Gunungkidul sepanjang tahun 2018 ini. Dari jumlah tersebut, dua orang ibu hamil dinyatakan mengidap HIV positif.

Sepanjang tahun ini, sejak Januari hingga Septermber, Dinas Kesehatan menemukan puluhan kasus baru yang terdiri dari 22 pengidap HIV serta 33 pengidap AIDs. Jumlah ini lebih banyak dari temuan empat tahun terakhir, dimana pada 2015 ada 44 kasus, 2016 ada 39 kasus, dan 2017 ada 48 kasus.

Bila diakumulasikan secara menyeluruh sejak observasi awal pada 2006, kasus HIV-AIDs yang ditemukan di Gunungkidul mencapai angka 356 kasus.

Sampai triwulan ketiga ada 55 kasus HIV maupun AIDs,” ucap Kepala Dinas Kesehatan, Dewi Irawaty melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dewi Anggraeni, Senin (03/12/2018) pagi.

Dinas Kesehatan mencatat, ibu rumah tangga menempati daftar teratas pengidap yang ditemukan sepanjang tahun ini. Bahkan, ada dua orang ibu hamil yang masuk dalam daftar pengidap. Temuan ini diperoleh lewat pemeriksaan Triple Eliminasi atau pemeriksaan pada setiap ibu hamil terhadap HIV, sifilis, dan hepatitis B. 

Jadi ketika diperiksa dua orang ini ternyata HIV positif,” ungkapnya.

Tak dijelaskan secara rinci tanggal penemuan dua ibu hamil ini. Meski demikian, lanjut Anggraeni, dari temuan ini pihaknya akan terus melakukan kontrol dan pengawasan khususnya kepada bayi yang berisiko tertular virus dari sang ibu. Pemeriksaan baru akan dilakukan setelah 9 bulan kelahiran sang bayi.

Lanjutnya, banyaknya temuan ibu rumah tangga yang mengidap HIV-AIDs terjadi karena dua kemungkinan. Tertular dari suami atau perilaku seks perempuan tersebut kerap bergonta-ganti pasangan.

Ya bisa dari suami atau memang bekas pekerja seks,” imbuhnya.

Ditambahkan, stigma yang masih kuat dimasyarakat membuat para pengidap sangat dilindungi kerahasiaan identitasnya. Hal ini dimaksudkan agar tidak timbul diskriminasi sosial terhadap mereka.

Identitas pengidap HIV-AIDs sangat rahasia. Stigma di masyarakat masih kuat terhadap mereka dan rentan mendapat diskriminasi,” pungkasnya.