Sidang Perusakan Homestay, Korban Minta Keringanan untuk Terdakwa
Hukum & Kriminal

Sidang Perusakan Homestay, Korban Minta Keringanan untuk Terdakwa

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sidang kasus perusakan sebuah homestay milik Wiwik di Pule Kulon, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus oleh terdakwa WJ kembali digelar di Pengadilan Negeri Wonosari, Selasa (04/12/2018).

Sidang ini juga dihadiri oleh belasan orang, baik dari pihak korban maupun terdakwa. Sejumlah polisi terlihat turut mengamankan proses persidangan tersebut hingga rampung. Sebelumnya persidangan ini sempat ditunda karena terdakwa sedang menjalani proses penyelidikan di Polda DIY.

Agenda persidangan kali ini adalah pemeriksaan saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan saksi yang meringankan. Namun saksi yang meringankan terdakwa tidak jadi dihadirkan. Pasalnya baik menurut korban maupun terdakwa kasus tersebut sebenarnya telah diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan Wiwik selaku korban sekaligus saksi mengajukan permohonan kepada hakim untuk memberikan hukuman seringan-ringannya kepada terdakwa.

"Dulu sebenarnya saya sudah menandatangani surat perdamaian. Saya sudah memaafkan, dan harapan saya bapak hakim meringankan hukuman dari saudara WJ," ujar Wiwik.

Karena kasus perusakan ini, Wiwik menaksir kerugian yang dialaminya sekitar Rp 3 juta terdiri dari kerusakan guci dan lampu pagar yang dirusak oleh terdakwa pada 2 Juni 2018. 

Motif perusakan ini sendiri diduga didasari sakit hati terdakwa kepada korban. Pasalnya korban memberikan pekerjaan untuk membersihkan homestay tersebut kepada orang lain, bukan kepada terdakwa.

"Karena yang disuruh bersih-bersih yang wajib di situ pas libur. Terus saya mau nyuruh WJ kan ndak enak, karena dia kerja di penginapan lain (di sekitar homestay milik korban)," ujar Wiwik.

Sebelumnya, Wahyu telah ditetapkan sebagai terdakwa dan dijerat dengan pasal 406 ayat (1) KUHP karena diduga melakukan perusakan dan diancam hukuman penjara maksimal 2 tahun 8 bulan.

Sidang akan dilanjutkan 2 minggu mendatang tepatnya pada Selasa (18/12/2018) dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum. (Hermawan)