Kades Pensiun Tanpa Pesangon, Bupati Minta Maaf
Pemerintahan

Kades Pensiun Tanpa Pesangon, Bupati Minta Maaf

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sejumlah 27 kepala desa yang purna tugas di tahun 2018 mendapatkan penghargaan dari Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah. Pemberian penghargaan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati, Gedung Sekretariat Daerah Gunungkidul, Kamis (03/01/2018).

Dalam acara tersebut selain para kepala desa yang mendapat penghargaan hadir juga beberapa camat, termasuk Kepala Dinas P3AKBPMD Kabupaten Gunungkidul, Sudjoko.

Sudjoko dalam sambutannya meminta maaf kepada para kepala desa purna tugas yang hadir. Pasalnya Pemkab Gunungkidul tidak dapat memberikan penghargaan berupa uang tunai.

Hal tersebut karena saat ini kebijakan pemerintah daerah di tingkat provinsi tidak memperkenankan penggunaan APBD untuk pemberian penghargaan kepada kepala desa seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Kami agak berat sebenarnya menyelenggarakan acara ini, karena khusus tahun ini kegiatan pemberian penghargaan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya," ujar Sudjoko.

Senada dengan Sujoko, Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah juga menyampaikan permohonan maafnya kepada para kepala desa karena hal yang sama. 

"Sebenarnya saya juga tidak tega pada panjenengan semuanya, yang sudah mengabdi lama sekali. Berhadapan dengan masyarakat, dengan segala permasalahan, namun karena regulasi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujar Hj. Badingah.

Meski demikian, Hj. Badingah memberikan pengarahan kepada para kepala desa yang telah purna tugas supaya mereka tetap ikut berkontribusi dalam membangun masyarakat melalui jalan apapun.

"Panjenengan tidak harus duduk di dalam pemerintahan, nanti panjenengan di masyarakat pun harapan saya bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat, monggo panjenengan konkret bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, dan lain sebagainya," tambahnya.

Sebenarnya total ada 30 kepala desa purna tugas pada tahun 2018 di Gunungkidul yang mendapatkan penghargaan, namun ada 7 penghargaan yang telah diberikan kepada kepala desa pada saat acara di desanya masing-masing. (Hermawan)