Dulu Sering Dipakai Pacaran, Kini Disulap Jadi Obyek Wisata
Wisata

Dulu Sering Dipakai Pacaran, Kini Disulap Jadi Obyek Wisata

Playen,(gunungkidul.sorot.co)--Wisata Gunung Gede adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Padukuhan Ngasem, Desa Getas, Kecamatan Playen. Waktu liburan, wisata Gunung Gede lumayan ramai dikunjungi wisatawan.

Di sana wisatawan bisa menikmati panorama keindahan alam dari atas puncak bukit. Sejumlah spot selfie dan gazebo pun tersedia di obyek wisata tersebut.

Meskipun demikian, pihak Pokdarwis setempat masih menghadapi sejumlah kendala untuk mengembangkan wisata Gunung Gede. Salah satunya yakni soal dana untuk pembangunan Gunung Gede yang sampai hari ini masih menggunakan dana dari swadaya masyarakat.

Ketua Pokdarwis Gunung Gede, Sukardi menuturkan bahwa obyek wisata Gunung Gede sudah buka untuk umum sejak dua tahun silam. Dibukanya wisata itu bermula karena anak muda sering main di wilayah Gunung Gede. Lalu pihaknya berinisiatif bersama warga setempat untuk mengembangkan menjadi obyek wisata.

"Dulu tempat ini sering dipakai pacaran untuk anak muda, dan selalu meninggalkan sampah seperti botol minuman. Selain itu untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, warga pun berinisiatif untuk mengelola lokasi ini," ungkap Sukardi, Sabtu (05/01/2019).

Seiring berjalannya waktu, potensi wisata Gunung Gede didukung oleh segenap warga. Masyarakat pun berinisiatif dan sepakat untuk mengajukan proposal kepada pemerintah. Tujuannya supaya Gunung Gede bisa layak dikunjungi wisatawan dan menjadi destinasi wisata andalan Desa Getas. 

Wilayah Gunung Gede luasnya sekitar 5 hektar milik kehutanan. Sudah dua tahun berjalan ya seperti ini kondisinya, masih belum mendapatkan surat izin dari pemerintah. Mungkin kalau tanah milik pribadi sudah dapat izin, ujarnya.

Ia mengungkapkan, sumber daya manusia di padukuhan ini masih kurang, sehingga untuk mempromosikannya pun juga terbatas. Bukan hanya itu saja, dari kelompok yang sudah dibentuk awalnya 80 orang kini hanya ada 20 orang aktif dalam kepengurusan.

"Sementara ini hanya mengandalkan dari biaya masuk dan parkir sebesar Rp 5000/orang untuk pengembangan. Batuan dari pemerintah belum ada sama sekali," imbuhnya.

Sukardi berharap Pokdarwis kedepan bisa mendapat pendampingan sekaligus bantuan dana dari pemerintah. (Devi)