Semakin Berkembang, Perajin Perak Terkendala Pemasaran
Ekonomi

Semakin Berkembang, Perajin Perak Terkendala Pemasaran

Paliyan,(gunungkidul.sorot.co)--Desa Sodo, Kecamatan Paliyan dikenal sebagai salah satu sentra industri kerajinan perak di Kabupaten Gunungkidul. Dari tahun ke tahun kerajinan perak di Desa Sodo semakin berkembang seiring makin banyaknya penduduk yang menekuni kerajinan ini.

Wartono (40), salah satu perajin perak asal Padukuhan Pelemgede mengatakan, saat ini jumlah perajin perak di Pelemgede lebih dari 50 keluarga. Jumlah ini belum termasuk para perajin tembaga yang juga mulai berkembang di tempat itu.

Sekarang sudah semakin banyak perajinnya, kalau di Pelemgede sendiri 50 KK ya lebih,” ujar Wartono, Sabtu (05/01/2019).

Namun perkembangan industri kerajinan perak di Desa Sodo masih terkendala pemasaran. Sulitnya pemasaran karena masih sedikitnya penggemar kerajinan perak khususnya di dalam negeri. 

Saat ini sebagian besar perajin perak masih bergantung pada pihak ketiga untuk memasarkan produknya. Meski demikian, saat ini setiap bulannya Wartono bisa mengantongi keuntungan sedikitnya Rp 7,5 juta.

Soalnya peminatnya sendiri di dalam negeri itu masih minim. Jadi selama ini kita masih bekerjasama dengan perusahaan. Biasanya permintaan paling banyak itu dari Italia sama Turki,” tambah Wartono yang mengaku sebagai salah satu perajin perak pemula.

Selain perak, saat ini di Desa Sodo juga mulai berkembang kerajinan tembaga. Berbeda dengan kerajinan perak, kerajinan tembaga dinilai lebih mudah untuk dipasarkan. Ngatimin (47), salah satu perajin tembaga di Padukuhan Pelemgede bahkan mengaku sering kewalahan melayani pembeli. Saat ini ia mengandalkan media sosial sebagai wadah pemasaran.

Alhamdulillah sudah agak berkiembang dibanding tahun-tahun kemarin, yang paling mendukung ya pasar online. Kadang malah sampai kewalahan melayani pembeli,” ujar Ngatimin.

Menurutnya, saat ini penjualannya sudah merambah ke kota-kota besar di luar Jawa seperti Medan, Aceh, Padang, dan lain sebagainya.

Selain menjadi perajin, Ngatimin juga menjual barang baku berupa perak dan tembaga. Dalam sehari saja Ngatimin bisa mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp 100 ribu.

Kerajinan perak dan tembaga sendiri dijual per gram. Tiap satu gram kerajinan dari bahan perak biasanyua dijual dari Rp 20 sampai 25 ribu. Sedangkan untuk kerajinan dari tembaga tiap satu gramnya dihargai antara Rp 15 sampai 25 ribu.

Harga itu juga dapat berubah tergantung pada kerumitan desain yang dibuat. Saat ini produk yang paling banyak laris kebanyakan adalah aksesoris seperti gelang, kalung, anting, bross, atau cincin.

Kebutuhan bahan baku sampai saat ini masih disuplai dari luar Gunungkidul. Untuk tembaga biasanya disuplai dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sedangkan bahan baku perak didapatkan dari Kota Gede, Yogyakarta. (Hermawan)