Bisa Nyoblos, Orang Gangguan Jiwa di Gunungkidul Masuk Daftar Pemilih
Politik

Bisa Nyoblos, Orang Gangguan Jiwa di Gunungkidul Masuk Daftar Pemilih

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul memastikan warga Gunungkidul yang menderita gangguan jiwa masuk dalam daftar pemilih. Meski demikian, jumlah pemilih gangguan jiwa tidak terdata secara rinci.

Ketua KPU Kabupaten Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani menjelaskan, dalam pemutakhiran data pemilih, orang dengan gangguan jiwa bila sudah cukup usia, masuk dalam pendataan dan dan tercatat sebagai pemilih.

Intinya gangguan jiwa selama tidak ada surat keterangan dokter jiwa, memang kita masukan daftar pemilih. Yang dimaksud PKPU itu kan gangguan jiwa sudah nggak karu-karuan di jalan, itu dianggap memang tidak (masuk pemilih),” ujar Hani baru-baru ini.

Dia mempersilakan bagi para penderita gangguan jiwa yang mau menggunakan hak pilihnya akan difasilitasi oleh KPU. Manakala membutuhkan pendampingan pada saat pencoblosan, KPU pun memperbolehkan dengan syarat melampirkan permohonan pendampingan. Adapun pendamping bisa diambil dari petugas di tempat pemungutan suara atau pihak keluarga. 

(Membuat) surat permohonan pendampingan, nanti yang mendampingi membuat surat pernyataan (formulir C3),” terangnya.

Sementara Komisioner Divisi Perencanan dan Data KPU Gunungkidul, Asih Nuryanti menyebutkan, jumlah penderita gangguan jiwa memang tidak secara rinci terdata. Namun pemilih gangguan jiwa bisa masuk dalam ke dalam pemilih disabilitas atau masyarakat umum.

Tidak ada (data pemilih gangguan jiwa). Dia bisa masuk dimana saja, diantara pemilih biasa, diantara disabilitas,” ucapnya.

Adapun data pemilih disabilitas hasil pleno KPU berjumlah 2.493 orang. Tuna daksa 579 pemilih, tuna netra 419 pemilih, tuna rungu 496 pemilih, tuna grahita 524 pemilih serta disabilitas lainnya 475 pemilih.

Asih menolak menyebut penderita tuna grahita disamakan dengan gangguan jiwa. Akan tetapi, pemilih gangguan jiwa bisa saja masuk dalam kelompok tuna grahita.

Tuna grahita kan pikiran dibawah rata-rata bukan gangguan jiwa. Tapi bisa saja diantara tuna grahita itu terdapat orang gangguan jiwa,” pungkas Asih.