Suyanti Beberkan Kronologi Dugaan Kasus Pembunuhan Mujiman
Peristiwa

Suyanti Beberkan Kronologi Dugaan Kasus Pembunuhan Mujiman

Semin,(gunungkidul.sorot.co)--Saksi utama kasus dugaan pembunuhan juragan jenang dodol di dalam mobil Toyota Kijang nopol AB 1254 GD di Jalan Raya Watukelir - Sukoharjo sudah diijinkan pulang dari rumah sakit setelah dirawat beberapa hari.

Suyanti, warga Padukuhan Candi, Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul merupakan saksi utama atas dugaan kasus pembunuhan Mujiman, warga Dusun Pungsari, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru Sukoharjo. Saat ditemui di rumahnya, dengan terbata-bata Suyanti menceritakan kronologi peristiwa tersebut.

Dikatakan, pada hari Kamis, tanggal 27 Desember 2018 istri Mujiman yakni Padmi meminta tolong kepada Suyanti untuk dipinjamkan uang senilai Rp 25 juta, dengan alasan untuk menutup pinjaman di bank. Namun kala itu Suyanti hanya mempunyai uang Rp 15 juta. Baik Suyanti maupun Padmi saling mengenal lantaran sama-sama pedagang di Pasar Candi.

"Terosne sing wedok (Padmi) dinten Jumat niku mriki (rumah Suyanti) kaleh anak e ajeng ngandani kulo sire nek petuk duit kui nek nganti dijikuk bojone (Mujiman) ojo dikekne nek orak kambi aku, lha mboten kepanggih kaleh kulo terus Padmi mantuk. (Katanya yang perempuan pada hari Jumat ke rumah saya bersama anaknya mau memberi tahu kalau ketemu uang itu jangan sampai dikasih ke suaminya kalau tidak dengan saya, namun tidak bertemu dengan saya Padmi pulang),” papar Suyanti, Rabu (9/1/2019).

Pada hari Senin tanggal 31 Desember 2018, Mujiman menyusul Suyanti ke Pasar Candi dengan tujuan meminta uang yang akan dipinjamkan Suyanti kepada istrinya, Padmi. Saat itu Mujiman mengaku disuruh istrinya untuk mengambil uang kepada Suyanti. 

"Niki kulo dikengken Make (istrinya) wong bank sampun ngebeli mawon, niki Make dodol e repot terosne ken mbetakne kulo ning mboten siyos 15 ming 12 yuto. (Ini saya disuruh istri soalnya bank sudah telepon terus. Ini istri saya juga jualan repot katanya suruh membawa saya, tapi tidak jadi 15 tapi hanya 12 juta)," imbuhnya.

Lalu Suyanti ke rumah mengambil uang Rp 12 juta tersebut dan kembali ke Pasar Candi. Namun setelah memberikan uang itu kepada Mujiman, Suyanti mengungkapkan perasaannya tidak enak. Hal itu lantaran Mujiman mempunyai kelakuan yang tidak baik. Setelah itu, Suyanti menelepon Padmi untuk memberi kabar kalau uangnya sudah diambil Mujiman.

Setelah ditelepon Suyanti, Padmi mempertanyakan uang itu kepada suaminya dan berakhir cekcok. Saat itu Mujiman mengaku kepada istrinya kalau uang tersebut diambil temannya untuk membayar mobil.

"Antarane 3 jam bibar kulo ngebel sek wedok, kulo nututi ten griyone. Sanjang nek bener-bener bojomu wes gowo duitku 12 juta. (Sekitar 3 jam setelah saya telepon istrinya, saya menyusul ke rumah. Bilang kalau benar-benar suaminya sudah membawa uang saya 12 juta)," ucap Suyanti.

Saat itu Padmi meminta kepada Suaminya untuk segera mengembalikan uang itu kepada Suyanti. Pasalnya sebelum utang-piutang sejumlah Rp 12 juta tersebut, Padmi mengaku kalau hidupnya sangat terbantu dengan adanya Suyanti. Hal itu lantaran Suyanti sering meminjamkan uang kepada Padmi.

Pada hari Selasa tanggal 1 Januari 2019, Suyanti kembali ke rumah Padmi untuk mempertanyakan utang-piutang tersebut. Namun Mujiman kembali beralasan menunggu mobil milik temannya terjual karena akan mendapatkan untung Rp 4 juta.

"Rabu enjing kulo dikabari Mujiman ten peken, Mbak mengke setengah 9 gek mang tutup, kulo pendet mriki bareng-bareng njikuk ten bank, kulo kajenge ndang padang urusan kulo. Mikir kulo gur sedelo, barang kulo titipne ten gene rencang kulo sedereke Padmi. (Rabu pagi saya dikasih kabar dari Mujiman di pasar, Mbak nanti setengah 9 segera tutup, saya samperin ke sini, bersama-sama mengambil ke BRI, urusan saya agar cepat selesai), pikiran saya hanya sebentar barang saya titipkan ke teman yang juga saudara Padmi)," terang Suyanti.

Setelah itu, Suyanti pergi bersama Mujiman dengan menggunakan mobil Toyota Kijang. Sebelum ke bank, Suyanti mengaku diajak keliling oleh Mujiman. Saat itu Mujiman mengatakan kepada Suyanti akan pergi ke Bawak, Klaten, Jawa Tengah, terlebih dahulu dengan alasan mengambil KTP yang tertinggal di rumah temannya.

Dalam perjalanan menuju Bawak, Klaten, Mujiman meminta kepada Suyanti untuk mempraktekkan adegan menundukkan badan ke bawah agar setiran mobil tidak bergetar. Sampai di salah satu rumah di Bawak, Mujiman masuk ke rumah itu dan kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan ke bank di Kecamatan Semin.

Sesampainya di bank, Mujiman membawa kertas antrian bank. Lantaran mendapatkan no antrian 35, Mujiman mengajak Suyanti pergi mencari sarapan.

"Mlebu ten bank, niku gowo dluwang metu, mbak entuk no 35 duite jumlahe 72 juta. Niku njikuk no kaleh nulis dit 72 niku, neng niku mboten saking bank, maksute mung mlebet bank niku mawon. Lha Mujiman sanjang, Mbak kulo niku luwe sarapan riyen, trus kulo sanjang mang sarapan mriki mawon niku warung jejer-jejer, kulo nek sarapan niku ten Blutak. (Masuk ke bank, membawa kertas keluar, mbak dapat no 35 uangnya berjumlah 72 juta. Itu ambil no sama nulis uang 72 juta, tapi itu tidak dari bank, maksudnya hanya masuk ke bank. Mujiman bilang, mbak saya itu lapar sarapan dulu, lalu saya bilang silahkan sarapan di sini saja warung juga banyak. Lalu Mujiman bilang kalau ia seringnya sarapan di Blutak)," katanya.

Setelah selesai sarapan di daerah Blutak, Suyanti heran karena jalur yang seharusnya dilewati tersebut tidak sesuai dengan arah ke Semin. Ia mempertanyakan hal itu, namun Mujiman kembali beralasan. Sesampainya di tengah persawahan mobil yang mereka tumpangi itu mogok. Untung saja saat itu banyak orang dan bertemu dengan penjual minuman yang sudah Suyanti kenal. Dan akhirnya dipinjami motor untuk mengundang orang bengkel di daerah Blutak. Namun mobil terpaksa harus dibawa ke bengkel dengan kondisi hujan lebat.

Sekitar pukul 15.00 WIB mobil itu sudah kembali normal dan melanjutkan perjalanan pulang. Saat itu Mujiman mengatakan kepada Suyanti kalau uang tersebut sudah diantar ke rumah Mujiman.

"Tekan tengah-tengah mbulak, kulo diken Mujiman ken menet tengah jok. Kulo menet tengah jok langsung mukul gen sirah mriki mpun diawut kabeh, kulo mbengok-mbengok pembunuhan, posisi koco mobil ditutup mboten saget dibukak, kulo mung saget berdoa kaleh Gusti Allah. (Di tengah-tengah persawahan, saya disuruh Mujiman menekan jok tengah. Saya tekan jok tengah langsung memukul di kepala saya diawut-awut semua, saya teriak-teriak pembunuhan, posisi kaca mobil ditutup tidak bisa dibukak, saya hanya bisa memanjatkan doa sama Tuhan)," ungkapnya.

Dijelaskan Suyanti, saat itu pintu mobil sempat terbuka, namun Mujiman langsung kembali memaksa menutup pintu mobil. Untuk membela diri, Suyanti sempat merebut palu yang sebelumnya digunakan Mujiman untuk melukai kepalanya. Akan tetapi dia tidak menjelaskan apakah melukai Mujiman atau tidak.

Lalu setelah itu, pintu mobil terbuka lebar dan ia keluar mobil dengan kondisi mata terpejam lantaran seluruh kepala sudah dipenuhi darah. Bahkan saat keluar dari mobil ia sempat ditendang oleh Mujiman.

"Kulo didupak lalu nggletak trus mbrangkang, kulo nyetop ngawe-ngawe uwong nanging mboten enten sek mandek. (Saya ditendang lalu jatuh terus saya merangkak, saya mencoba menghentikan orang namun tidak ada yang berhenti)," jelasnya.

Setelah mencoba meminta tolong kepada pengguna jalan, akhir salah seorang warga bernama Didik melintas di jalan itu dan membawa Suyanti ke Rumah Sakit Islam Cawas dengan menggunakan mobil miliknya.

Diutarakan Suyanti, saat kejadian itu ia mengaku sempat melawan dengan mengambil palu tersebut. Diketahui saat mobil sedang diperbaiki di bengkel, salah seorang karyawan bengkel mengatakan kepada saudara Suyanti kalau di dalam mobil itu terdapat barang-barang tajam, seperti pisau, gergaji, dan palu.

Menurut cerita dari Suyanti, konon dahulu Mujiman pernah mengambil emas milik bapaknya sendiri lalu melukai badannya dan melaporkan ke polisi kalau ia habis berkelahi dengan rampok. Namun saat disidik oleh anggota kepolisian, laporan itu adalah palsu.

Sementara itu terpisah, Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi mengatakan untuk pemeriksaan terhadap Suyanti baru akan dilakukan pada hari Jumat besok (11/01). (vitriana dhessy)