Banyak Perusahaan Nunggak BPJS Ketenagakerjaan, Pendapatan Lesu ?
Sosial

Banyak Perusahaan Nunggak BPJS Ketenagakerjaan, Pendapatan Lesu ?

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sampai sekarang sudah ada sekitar 900 instansi di Kabupaten Gunungkidul yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Namun dari 900 instansi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sekitar 15 % masih kerap menunggak tagihan BPJS Ketenagakerjaan.

Itu banyak, mungkin ada sekitar sampai 15 % dari peserta yang terdaftar,” ujar Rahmat Tri Febrianto selaku Penata Madya Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Gunungkidul, Jumat (11/01/2019).

Peserta BPJS sendiri dikatakan menunggak ketika tidak membayar tagihan selama tiga bulan berturut-turut. Menurut Rahmat, instansi yang menunggak biasanya mereka yang kondisi ekonominya terganggu, sehingga mengalami kesulitan untuk membayar tagihan. 

Biasanya kalau ada satu badan usaha yang tumbuh, ada badan usaha lainnya yang mati. Nah biasanya yang telat-telat itu yang sudah mulai kalah bersaing. Jadi bukan serta merta mereka tidak mau bayar, tapi karena dari segi pendapatanpun mereka berkurang,” tambah Rahmat.

Selain itu, Saat ini juga masih ada sekitar 700 instansi dengan jumlah tenaga kerja sekitar 5.000 di Gunungkidul yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dari 700 instansi tersebut, 300 diantaranya adalah jenis badan usaha sementara sisanya instansi lain seperti yayasan dan lembaga pendidikan.

Rahmat menambahkan kebanyakan dari intansi yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah lembaga-lembaga non profit.

Lembaga kan banyak sekali, dan biasanya sifatnya non profit. Artinya mereka nggak fokus pada pencapaian keuntungan. Sehingga kalau targetnya saja bukan profit oriented, mohon maaf pegawainya pasti juga tidak disokong dengan gaji yang besar,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2018 kemarin, ada sekitar 320 badan usaha yang mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dari target yang dipatok sebanyak 310 badan usaha. Sedangkan untuk tenaga kerja, tahun lalu lebih dari 7.000 tenaga kerja telah mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, melampaui target di awal tahun sebanyak 6.000 tenaga kerja.

Rahmat juga menambahkan, kedepan pihaknya akan semakin menguatkan sinergi dengan pihak-pihak terkait seperti Dinas Ketenagakerjaan, Kejaksaan Tinggi Negeri, serta Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk terus menggenjot jumlah peserta BPJS ketenagakerjaan di Gunungkidul.

Ia juga berharap supaya setiap badan usaha atau pemilik usaha akan benar-benar memberikan hak kepada tenaga kerjanya. Selain gaji yang memadai, perusahaan juga berkewajiban untuk memberikan jaminan baik jaminan terhadap risiko pekerjaan maupun jaminan kesehatan. (Hermawan)