Kemarin 1 Orang Meninggal, Leptospirosis Kebanyakan Menyerang Petani
Peristiwa

Kemarin 1 Orang Meninggal, Leptospirosis Kebanyakan Menyerang Petani

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Memasuki musim penghujung seperti saat ini ada baiknya masyarakat mulai mewaspadai penyakit Leptospirosis. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang terbawa pada hewan seperti tikus itu rawan menyerang masyarakat.

Di Kabupaten Gunungkidul pada awal tahun 2019 ini sudah ditemukan 2 warga menderita penyakit Leptospirosis. Tahun 2018 kemarin sebanyak 16 warga terjangkit penyakit serupa dan satu diantaranya meninggal dunia.

Penemuan kasus ini telah mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2017 yang lalu yakni sebanyak 64 warga Gunungkidul terserang penyakit Leptospirosis serta 16 diantaranya meregang nyawa.

Eko Mujiarto, Fungsional Entomolog Kesehatan Ahli Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menjelaskan bahwa wilayah endemis penyakit ini adalah area yang memiliki genangan air cukup banyak seperti persawahan, got, dan genangan banjir.

Pihaknya mengungkapkan, penyakit Lepto ini berpotensi tinggi menyerang para petani di Gunungkidul.

"Untuk kasus real di Gunungkidul kebanyakan menyerang petani. Tahun 2019 ada 2 warga terjangkit penyakit ini yaitu didaerah Ponjong dan Gedangsari, dengan satu orang meninggal," terang Eko, Jumat (11/01/2019) siang.

Adanya korban jiwa karena penyakit ini diduga lantaran si penderita telat melakukan pemeriksaan ke medis. 

Sejumlah upaya telah dilakukan oleh pemerintah guna menekan angka penderita Lepto. Berbagai kegiatan sosial dan edukasi kepada masyarakat sudah digalakkan oleh pemerintah. Dinas Kesehatan Gunungkidul juga telah menyiapkan obat antibiotik dan rapid test leptospira untuk penegakan diagnosa.

"Kita juga mempunyai satgas one health Kabupaten Gunungkidul sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam pengendalian penyakit bersumber binatang, deteksi dini kasus dan penyebaran kasus," imbuhnya.

"Dianjurkan pada saat berangkat ke sawah sebaiknya setelah matahari terbit, karena bakteri akan mati jika terkena sinar matahari. Hati-hati jika ada luka saat berkerja di sawah, segera bersihkan, jangan sepelekan," imbau Eko.