Kriminalisasi Ulama, Gus Muwaffiq : Memang Ulamanya sing Kriminil
Politik

Kriminalisasi Ulama, Gus Muwaffiq : Memang Ulamanya sing Kriminil

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kyai Haji Ahmad Muwaffiq atau yang tenar dengan sapaan Gus Muwaffiq mengisi ceramah dalam tabligh akbar yang diselenggarakan oleh Polres Gunungkidul pada Selasa (05/02/2019).

Tabligh akbar tersebut diselenggarakan dalam rangka mewujudkan pemilu aman, serta peresmian masjid Polres Gunungkidul dan Mako Polsek Karangmojo baru.

Dalam ceramahnya, Gus Muwaffiq menyesalkan adanya perdebatan agama yang terjadi dalam konteks pemilu. Ia menyayangkan dinamika pemilihan presiden yang justru seperti pemilihan imam masjid.

Kita kapan milih presiden koyo milih imam masjid? Kok tiba-tiba ada persoalan iso ngimami ora, iki sejak kapan? Semenjak kapan ente menjadi bahlul seperti ini, semenjak kapan?,” ujar Gus Muwaffiq dalam tausiyahnya.

Gus Muwaffiq juga menyinggung isu kriminalisasi ulama yang akhir-akhir ini santer digaungkan, bukan hanya oleh tokoh agama tapi juga oleh para politikus. 

Dan semenjak kapan tiba-tiba kita menggunakan istilah kriminalisasi ulama? Itu bukan kriminalisasi ulama, memang ulamanya sing kriminil,” tegas Gus Muwaffiq.

Dinamika-dinamika seperti ini menurutnya terjadi sejak orang-orang menjadi bodoh. Politisinya menjadi bodoh sehingga menggunakan senjata terakhir yang bisa ia gunakan. Padahal seharusnya itu tidak pantas dipakai dalam konteks politik praktis.

Pergolakan yang terjadi di tengah masyarakat ketika pemilu, menurut Gus Muwaffiq, juga disebabkan karena tokoh-tokoh yang seharusnya bisa menjadi teladan malah semakin memperkeruh suasana.

Ia menyinggung salah satu mantan ketua organisasi islam di Indonesia sekaligus tokoh politik yang pidatonya di depan masyarakat sangat provokatif.

Kok iso ono wong pidato, seorang prefesor. Kalau kaum muslimin sampai kalah pada Pilpres kali ini, kita nggak bisa membayangkan tahun 2024 Islam akan punah dari Indonesia,” kata Gus Muwaffiq menirukan pidato salah satu tokoh tersebut.

Ia mempertanyakan, dari mana asal-usul kalimat yang dikeluarkan oleh tokoh tersebut. Sebab semua calon baik capres maupun cawapres sama-sama beragama Islam. Menurutnya, hal tersebut sangat berbahaya karena sangat berpotensi menjadikan perpecahan di tengah masyarakat.

Kalau seandainya ini ada pasal yang mampu menjerat orang seperti ini, jeratlah. Ini sangat berbahaya wong koyo ngene iki. Ini Pak Kapolri mesti ngecek yang seperti ini. TNI harus ngecek orang-orang seperti ini,” tambah Gus Muwaffiq.

Kendati demikian Gus Muwaffiq juga menuturkan kalau pemilu tahun ini akan tetap berjalan dengan aman. Ia juga menyampaikan kepada semua jamaah untuk menanggapi secara santai dinamika-dinamika yang terjadi selama masa-masa pemilu yang mulai memanas ini. (Hermawan)