DBD Mewabah, Gedor Rasulan Dinilai Penting
Sosial

DBD Mewabah, Gedor Rasulan Dinilai Penting

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--RSUD Wonosari kembali mengadakan donor darah massal di Ruang Amirilis RSUD Wonosari, Rabu (06/02/2019). Acara yang dinamai Gerakan Donor Darah Sukarelawan (Gedor Rasulan) ini merupakan agenda rutin yang diadakan RSUD Wonosari setiap 3 bulan sekali sejak tahun 2016.

Kepala Unit Promosi RSUD Wonosari, Arinto Hadi mengungkapkan bahwa donor darah massal ini merupakan salah satu program unggulan yang digagas oleh RSUD Wonosari.

"Pesertanya umum, rata-rata setiap kegiatan pesertanya 100 sampai 150 orang. Hari ini kita targetnya 150 kantong (darah)," ujar Arinto, Rabu (06/02/2019).

Adapun syarat yang harus dimiliki calon pendonor diantaranya usia minimal 17 tahun, sehat jasmani dan rohani, berat badan minimal 50 Kg, kadar hemoglobin darah antara 12,5 sampai 17,8, serta jarak donor darah sebelumnya minimal 60 hari. 

Sementara itu Kasubbag Umum RSUD Wonosari, Rudy Ismanto menjelaskan bahwa hasil darah yang diperoleh nantinya akan diserahkan ke PMI Gunungkidul.

"Stok yang dihasilkan dari kegiatan ini kemudian di-sub di PMI, ketika masyarakat banyak membutuhkan, itu subnya di sana," ujar Rudy.

Donor darah ini menerima semua golongan darah. Adapun beberapa golongan darah yang paling sulit didapatkan menurut Rudy adalah golongan darah A dan AB.

"Yang paling sulit itu AB sama A. Di Gunungkidul itu bisa dihitung, golongan darah A itu hanya ada 19 yang aktif," tambah Rudy.

Pelaksanaan program donor darah massal ini juga dinilai penting. Hal itu mengingat saat ini sedang berkembang wabah demam berdarah di Gunungkidul.

"Jadi tepat sekali hari ini diadakan karena lagi musim DBD. Kemungkinan darah-darah itu dibutuhkan segera, DBD itu telat sedikit berbahaya," pungkas Rudy. (Hermawan)