Jual Pil Sapi, Seorang Pemuda Dibui 10 Bulan
Hukum & Kriminal

Jual Pil Sapi, Seorang Pemuda Dibui 10 Bulan

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kris (24) menerima vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim karena terbukti telah mengedarkan obat-obatan terlarang. Pemuda asal Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul itu dijatuhi hukuman pidana penjara selama 10 bulan dan denda Rp 2 juta oleh majelis hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Wonosari, Rabu (06/02/2019).

Kris terbukti telah menjual pil Trihexyphenidyl atau pil sapi kepada Dim dan Wah yang merupakan warga Kecamatan Panggang pada Sabtu 22 September 2019 malam di rumah Kris. Aksi Kris terbongkar oleh pihak kepolisian ketika Dim dan Wah dibekuk oleh petugas dari Satres Narkoba Polres Gunungkidul sepulang dari rumah Kris di Banguntapan.

Setelah berhasil dibekuk dalam perjalanan pulang di Desa Girisuko, Kecamatan Panggang, Dim dan Wah kemudian diminta petugas untuk menunjukkan rumah Kris. Kris dibekuk di rumahnya pada Minggu 23 September 2018 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Setelah diinterogasi oleh petugas kepolisian, Kris akhirnya mengaku telah menjual 15 butir pil sapi kepada Dim dan Wah seharga Rp 60 ribu. Setelah penengkapan itu, ketiganya kemudian diamankan ke Polres Gunungkidul untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Karena tindakannya ini, kini Kris harus menerima kenyataan bahwa majelis hakim menjatuhinya hukuman penjara selama 10 bulan dan denda sebesar Rp 2 juta.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Kris dengan pidana penjara selama 10 bulan dan pidana denda sebesar Rp 2 juta. Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan maka diganti dengan pidana penjara selama 2 bulan,” ujar Aria Feronika, Hakim Ketua yang memimpin persidangan.

Kris divonis bersalah lantaran menyalurkan dan mengedarkan psikotropika tanpa izin edar dari pihak yang berwenang, yaitu Direktorat Jenderal Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian. Ia dijerat Pasal 197 juncto Pasal 106 ayat (1) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. (Hermawan)