Heboh!! Biawak dan Ular Raksasa Masuk di SDN 1 Mulo
Pendidikan

Heboh!! Biawak dan Ular Raksasa Masuk di SDN 1 Mulo

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Susana heboh mendadak terjadi di SDN 1 Mulo, Kecamatan Wonosari, pada Jumat (08/02/2019) pagi. Pasalnya, sekolah ini didatangi puluhan satwa seperti biawak, ular, musang cincin, musang pandan, kura-kura, landak, burung gagak dan burung hantu. Sejumlah siswa dan guru di SD ini pun seolah dikagetkan dengan kehadiran satwa-satwa tersebut.

Satwa-satwa ini bukanlah satwa liar, melainkan satwa-satwa jinak yang sengaja didatangkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Salah satu guru SDN 1 Mulo, Sugiarti, mengatakan, kegiatan yang baru pertama kali digelar itu bertujuan untuk membuka wawasan siswa tentang dunia satwa.

Biasanya kan anak-anak cuma baca (tentang satwa), lah ini kita ingin ngasih contoh yang aslinya. Kemudian yang kedua, sebenarnya di sekitar kita kan juga banyak satwa-satwa, tapi belum tentu para siswa itu kenal, jadi kita juga ingin mengenalkan ke mereka,” ujar Sugiarti.

Untuk menghadirkan satwa-satwa tersebut, pihak sekolah mengundang Komunitas Manah Ati, yang bergerak di bidang pelestarian satwa. 

Ketua Manah Ati, Aji Saputra, mereka sudah beberapa kali ini melakukan kegiatan edukasi tentang satwa ke berbagai sekolah.

Ini sudah yang ke-6 di Gunungkidul, kebanyakan SD sama TK, karena yang kita sasar memang SD sama TK. Tujuannya untuk pengetahuan dini,” ujar Aji usai mengenalkan berbagai jenis satwa kepada para siswa.

Menurutnya, para siswa sangat antusias menyimak setiap materi yang disampaikan. Mereka juga sangat aktif menanyakan berbagai hal terkait satwa yang sedang dikenalkan. Para siswapun tak takut untuk memegang beberapa satwa yang dikenalkan.

Namun suasana menjadi semakin heboh ketika pemandu mengeluarkan biawak dan berbagai jenis ular, yang terbesar adalah jenis sanca kembang dengan panjang sekitar 4 meter. Ada yang menjerit histeris, ada yang bergidik, ada juga yang bersembunyi. Namun suasana kembali kondusif ketika para pemandu dari Manah Ati menjelaskan kalau semua satwa itu aman.

Aji berharap dengan adanya kegiatan tersebut nantinya akan lahir generasi-generasi yang mencintai alam, khususnya satwa sehingga satwa-satwa tersebut akan terus lestari.

Harapan kami hanya ingin teman-teman itu mampu atau bertanggung jawab dalam menjaga ekosistem yang ada di alam sini, apalagi di Gunungkidul saat ini banyak satwa yang diburu. Para siswa kita berikan edukasi supaya nantinya ada yang menjaga, supaya anak dan cucu kita nanti masih bisa melihat,” tambah Aji. (Hermawan)