Mengenal Relawan Paksi Katon, Sosok Petugas Berseragam Serba Hitam
Sosial

Mengenal Relawan Paksi Katon, Sosok Petugas Berseragam Serba Hitam

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Masyarakat Kabupaten Gunungkidul yang kerap lewat area alun-alun Wonosari atau simpang empat Tegalsari, Desa Siraman, Wonosari tentu tidak asing dengan dua sosok orang dengan pakaian serba hitam dan tutup kepala berupa blangkon.

Mereka adalah relawan dari Paguyuban Seksi Keamanan Keraton (Paksi Katon), sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) independen yang memiliki lingkup kerja di DIY. Ormas ini dibentuk pada tahun 2005 dengan tujuan untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketenteraman, serta melestarikan kebudayaan di tengah masyarakat.

Karena bertugas melestarikan budaya juga, para relawan dari Paksi Katon ini juga kerap dijuluki sebagai polisi budaya. Salah satu relawan Paksi Katon yang bertugas di Gunungkidul, Parjan (53) mengatakan saat ini hanya ada 2 orang relawan yang bertugas di Gunungkidul.

Di Gunungkidul dulu ada 4 personil, tapi sekarang tinggal 2,” ujar Parjan didampingi Budi Harjo di kawasan simpang empat Tegalsari, Jumat (08/02/2019) siang.

Parjan bertugas 3 kali dalam seminggu, yakni setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat. Setiap harinya ia bertugas untuk menjaga keamanan di empat titik pengamanan, dengan tugas utama mengamankan lokasi-lokasi tersebut dari para gepeng (gelandangan dan pengemis). 

Tugas utamanya itu untuk mantau gepeng, pertama setengah hari di Pemda Gunungkidul, terus kedua di sini (simpang empat Tegalsari), terus ke daerah pohon beringin taman pancuran Siraman itu, terakhir di daerah Bunder,” ujar Parjan,

Kendati keanggotaannya bersifat sukarela, namun para relawan ini tetap mendapat honor atas kerja keras mereka dalam mewujudkan keamanan di tengah masyarakat. Menurut keterangan Parjan, setiap bulannya mereka mendapat honor sekitar Rp 800 ribu yang mereka terima dari Dinas Sosial DIY.

Sebagai Polisi Budaya, selain menjaga budaya di Jogja pada khususnya, kami juga menjaga keutuhan NKRI,” pungkas pria warga Patuk yang sudah empat tahun lebih menjadi relawan Paksi Katon itu.