Renang Berujung Petaka, Taman Saptosari Telan Korban
Peristiwa

Renang Berujung Petaka, Taman Saptosari Telan Korban

Saptosari,(gunungkidul.sorot.co)--Aldi Pratama (15) anak dari pasangan Mujiono (39) dan Mursinah (39) warga Padukuhan Trowono B, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan Kabubaten Gunungkidul mengalami nasib sial saat asyik berenang.

Ia menderita luka pada kaki kanan akibat terkena pecahan keramik lantai kolam renang di area Taman Saptosari, Desa Kepek, Kecamatan Saptosari, Sabtu (09/02) siang.

Kejadian bermula saat Aldi bersama temannya berenang di kolam renang yang berada di kawasan Rest Area Taman Saptosari.

Diceritakan Aldi, berenang merupakan kebiasaan bersama temannya pada saat akhir pekan. Kendati tingkat keamanan di kolam renang tersebut dirasa kurang, namun hal itu tidak membendung hobinya yang sudah ia geluti sejak beberapa tahun terakhir.

Aldi mengatakan, sebenarnya ia sudah mengetahui kondisi beberapa keramik di dasar kolam ada yang pecah. Aldi pun cukup berhati - hati dengan tidak berenang di area keramik yang pecah. Tapi karena saat itu airnya hijau aldi tidak mengetahui area tempat dirinya bermain ternyata keramiknya juga pecah.(hartanto)

"Keramik yang pecah kalau nggak salah ada sekitar empat titik," tambahnya.

Mursinah, ibu korban yang kala itu tengah bekerja pun kaget saat Aldi mendatanginya dengan berlumuran darah pada kaki kanannya. 

Tanpa berpikir panjang, Mursinah pun langsung mengantar Aldi ke sebuah klinik di Kecamatan Saptosari. Karena luka yang diderita cukup dalam, Aldi harus mendapat sejumlah jahitan.

Dalam kesempatan yang sama pihak keluarga korban berharap agar pengelola lebih memperhatikan kenyamanan dan keamanan kolam renang. Sebab kabarnya selain Aldi juga ada beberapa korban lain yang terluka saat berenang di kolam renang komplek taman milik pemerintah yang dibangun menelan dana miliaran rupiah itu.

"Kudune nggih didandani. Menawi boten didandani, semelang kulo onten kedadosan malih, mesake bocah-bocah (Seharusnya segera diperbaiki, dikhawatirkan ada kejadian lagi, kasihan anak-anak)," pinta Samilah (60) nenek korban. (Hartanto)