Mengapa Ular di Gunungkidul Merajalela, Ini Sebabnya
Pendidikan

Mengapa Ular di Gunungkidul Merajalela, Ini Sebabnya

Gedangsari,(gunungkidul.sorot.co)--Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, masyarakat dibuat resah dengan banyaknya ular yang masuk ke pemukiman mereka. Sepanjang tahun 2019 di beberapa tempat, ular-ular ini bahkan sempat menyerang warga. Beruntung serangan tersebut tidak sampai memakan korban jiwa.

Sebenarnya apa yang membuat populasi ular di Gunungkidul meningkat sangat drastis dalam beberapa tahun terakhir? Menurut salah satu anggota BKSDA Yogyakarta, Harits Surakhman, ada dua faktor utama yang menyebabkan permasalahan ini, salah satunya adalah terganggunya habitat ular.

Karena populasi manusia semakin tinggi, sehingga banyak tempat-tempat yang tadinya merupakan habitat ular kemudian dijadikan pemukiman penduduk. Sehingga ular-ular itu tidak punya tempat tinggal lagi, akibatnya mereka masuk ke pemukiman warga,” ujar Harits ketika memberikan materi tentang ular di Balai Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Sabtu (09/02/2019).

Selain itu, maraknya perburuan liar menggunakan senjata api juga dinilai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya populasi ular. Perburuan menggunakan senjata api yang menyasar predator ular seperti burung elang, garangan, dan yang lainnya menjadikan pemangsa ular menjadi semakin berkurang, dampaknya jumlah ular menjadi tidak terkendali karena terganggunya rantai makanan. 

Untuk mengatasi permasalahan itu, Ketua Jogja Animal Keeper, Saliyo mengungkapkan ada beberapa upaya yang perlu dilakukan, diantaranya adalah dengan melepaskan pemangsa-pemangsa ular.

Kita harus memperbaiki lagi rantai makanan yang ada, kita bisa melepaskan garangan misalnya di tempat-tempat yang banyak dijadikan habitat ular, itu terbukti cukup efektif untuk mengurangi populasi ular,” ujar Saliyo.

Selain itu, ada juga beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah masuknya ular ke dalam rumah diantaranya menghindari adanya tumpukan bebatuan ataupun barang-barang tidak terpakai di sekitar rumah, karena itu sangat berpotensi untuk dijadikan sarang ular. Kemudian ranting-ranting pohon yang mengarah ke ventilasi rumah juga sebisa mungkin dihilangkan, karena itu bisa menjadi akses masuknya ular ke dalam rumah.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sisa makanan sembarangan, karena itu bisa memicu datangnya tikus, ayam, atau binatang-binatang lain yang dapat mengundang ular. Selain itu ada hal yang tidak kalah penting, yaitu memangkas rumput-rumput di sekitar rumah serta menghindari adanya pot-pot yang terlalu rimbun, karena itu juga berpotensi menjadi sarang ular. (Hermawan)