Gunungkidul Terima Ribuan Bibit Pohon Pewarna
Ekonomi

Gunungkidul Terima Ribuan Bibit Pohon Pewarna

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Semakin berkembangnya kerajinan batik di Kabupaten Gunungkidul menarik perhatian berbagai pihak, salah satunya adalah salah satu organisasi sosial Lions Clubs Indonesia (LCI).

Melalui Lions Clubs Yogyakarta Puspita Mataram (LCYPM), LCI menyerahkan 3.000 bibit pohon pewarna batik alami kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada Senin (11/02/2019) di Pendopo Bangsal Sewoko Projo. Bantuan itu selanjutnya bakal didistribusikan ke sentra-sentra batik.

Ketua LCI Daerah 3C, Irawan Santoso mengungkapkan, ada tiga jenis pohon yang diserahkan yaitu manggis 500 pohon, mangga 1.000 pohon, serta jambu biji 1.500 pohon. Adapun warna yang dihasilkan dari pohon-pohon tersebut diantaranya manggis berwarna merah, mangga abu-abu, serta jambu biji abu-abu.

Bibit kita dari daerah lain, kita ambil bibit dari Waleri, Jawa Tengah, supaya yang namanya apa yang dibutuhkan di dalam pewarnaan batik terpenuhi,” ujar Irawan, Senin siang.

Diutarakan oleh Irawan, selain untuk memberikan dukungan kepada para perajin batik di Gunungkidul, program ini juga dapat mendorong produktivitas para petani lokal. 

Jadi memang kita untuk mensuport para pembatik, dan di samping itu juga kita suport pada para petani supaya daerah Gunungkidul menjadi subur kemudian yang namanya pembatik menjadi lebih lestari, lebih baik,” tambah Irawan.

Sementara itu, Kabag Kesra Kabupaten Gunungkidul, Aziz Saleh mengungkapkan bahwa disamping tujuan utamanya untuk mendukung perajin batik di Gunungkidul, pohon-pohon buah juga sengaja dipilih supaya dapat dimanfaatkan juga oleh para petani.

Nantinya pohon-pohon ini akan didistribusikan ke beberapa kelompok tani dimana di daerahnya banyak tersebar para perajin batik.

(Didistribusikan) ke kelompok petani, yang nanti harapannya dimanfaatkan oleh pembatik pewarnanya, kalau buahnya kan bisa dimanfaatkan oleh petaninya sendiri,” ujar Aziz Saleh.

Adapun beberapa kelompok tani yang akan menerima bantuan ini diantaranya Kelompok Karya Bhakti, Desa Putat, Patuk, Kelompok Sedyo Dadi, Desa Ngalang, Gedangsari, Kelompok Ngupoyo Bogo, Desa Mertelu, Gedangsari, Kelompok Amrih Subur, Desa Pilangrejo, Nglipar, serta Kelompok Ngudi Makmur, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen.

Selain untuk mengurangi penggunaan pewarna kimia, adanya bantuan ini juga diharapkan dapat menambah bahan pewarna yang dimiliki oleh para perajin batik. Aziz juga mengungkapkan selain ramah lingkungan, pewarna akan menghasilkan batik yang lebih baik dan mahal ketimbang penggunaan bahan pewarna kimia.

Dengan adanya ini akan menambah bahan pewarna yang lebih banyak lagi, karena kan perajin batik di Kabupaten Gunungkidul juga sudah semakin berkembang, tidak hanya di Ngawen sama Gedangsari,” pungkas Aziz Saleh.

Nantinya akan ada 10.000 bibit pohon yang diserahkan ke pemerintah untuk menunjang industri batik di Gunungkidul. Adapun beberapa jenis pohon lain yang rencana akan diserahkan pada Bulan April mendatang diantaranya pohon nangka, durian, buah naga, serta indogoera. (Hermawan)