Bersama ACT, Universitas Bantu Air Bersih 120 Tangki di Gunungkidul
Sosial

Bersama ACT, Universitas Bantu Air Bersih 120 Tangki di Gunungkidul

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Dampak dari kemarau panjang masih dirasakan warga di wilayah DIY, tak terkecuali di Kabupaten Gunungkidul. Meskipun sudah beberapa kali turun hujan, namun ketersediaan air bersih masih cukup sulit didapat.

Mengawali langkah kepedulian untuk saling membantu sesama, Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) rutin melakukan droping air bersih di Gunungkidul.

Jika ditotal sejak bulan Agustus lalu UII bersama ACT sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 120 tangki. UII sendiri menganggap kegiatan droping air bersih ini merupakan wujud kepedulian UII sebagai kampus yang aktif terlibat dalam menanggapi permasalahan sosial kemanusiaan tak terkecuali adalah bencana kekeringan.

Fathul Wahid, Rektor UII mengungkapkan bahwa amanah yang disampaikan merupakan jawaban dari panggilan sesama yang membutuhkan bantuan.

Kami terus berupaya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk untuk masyarakat di Gunungkidul yang sedang terlanda kekeringan,” jelas Fathul Wahid, Selasa (26/11/2019).

Distribusi air bersih yang terakhir dilakukan di Kecamatan Nglipar dan Patuk pada Senin (25/11) kemarin. Sebanyak 44.000 liter air bersih disalurkan kepada warga dengan total penerima bantuan sebanyak 763 jiwa. 

Terpisah, Kamto, warga Srumbung, Desa Pengkok, Patuk, mengungkapkan, selama ini wilayah Srumbung hanya mengandalkan air dari Penampungan Air Hujan (PAH) untuk keperluan air sehari-hari. Walaupun bulan November ini sudah turun hujan beberapa kali, akan tetapi masih air hujan masih belum layak untuk dikonsumsi. Tak hanya itu bahkan sumber air tanah juga masih sulit untuk diperoleh.

Hadirnya Water Tank Srumbung langsung disambut antusias oleh warga. Terlihat puluhan ember dan bak-bak ditaruh berjajar untuk mendapat bagian air bersih.

Sementara Kharis Pradana, koordinator program droping air bersih ACT DIY berujar bahwa

ikhtiar untuk membantu warga berupa program droping air bersih akan terus dilakukan sampai musim kemarau berakhir.

Selain itu untuk menjamin ketersediaan air bersih kita terus berupaya untuk membangun sumur wakaf di wilayah rawan kekeringan seperti di Gunungkidul,” tandasnya.