Bikin Festival Film, Dinas Beri Sokongan Dana Rumah Produksi Jutaan
Budaya

Bikin Festival Film, Dinas Beri Sokongan Dana Rumah Produksi Jutaan

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) menyelenggarakan Festival Film Gunungkidul (FFG) 2019. Dalam penyelenggaraannya, Disbud juga memberikan bantuan dana kepada rumah produksi untuk membuat film, meski kegiatan tersebut turut dilombakan.

FFG 2019 merupakan program perdana Disbud dalam rangka mendorong tumbuhnya industri perfilman di Kabupaten Gunungkidul. Seiring kemajuan era teknologi, muncul rumah-rumah produksi perfilman di Gunungkidul yang kemudian dipilih oleh Disbud untuk ikut dalam penyelenggaraan FFG.

Setelah kita cari, akhirnya ketemu 15 production house film,” ujar Kasi Seni dan Film Disbud Gunungkidul, Purnawan Widiyanto, saat jumpa pers belum lama ini.

Purnawan menjelaskan, kelima belas rumah produksi ini terlebih dahulu mengikuti workshop perfilman selama dua hari yang dibiayai oleh Disbud. Setelah mengikuti rangkaian workshop, rumah-rumah produksi lalu dibagi dalam tiga kategori yaitu fiksi, dokumenter dan video profil, untuk ikut festival film yang turut dilombakan. 

Diungkapkan pula bahwa setiap rumah produksi disokong dana Rp 9 juta untuk proses penggarapan film oleh dinas.

Saat ini film masih dalam penjurian. Sabtu (30/11) malam akan diumumkan dalam acara malam anugerah festival film Gunungkidul. Akan dipilih juara pertama sampai tiga,” terangnya.

Ditanya soal pembiayaannya, Purnawa menyebut untuk persiapan workshop sampai produksi film menghabiskan dana Rp 250 juta, sudah termasuk gala premier, malam penganugerahaan dan hadiah total puluhan juta.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan, Agus Kamtono, menyampaikan tahun ini adalah tahun pertama penyelenggaraan festival film. Ia berharap akan muncul sutradara film, aktor maupun aktris yang hebat dari Gunungkidul. Disisi lain juga akan memicu dan mendorong tumbuhnya kreator-kreator sineas film baru di Gunungkidul.

Dengan kita gelar workshop tujuannya agar pengetahuan yang didapat tidak nanggung, sehingga mendorong munculnya penggarap film yang benar-benar bagus,” ucapnya.