Suparmi Amnesia Pasca Kecelakaan Motor, Keluarga Bingung Mencari Dana
Peristiwa

Suparmi Amnesia Pasca Kecelakaan Motor, Keluarga Bingung Mencari Dana

Semanu,(gunungkidul.sorot.co)--Suparmi (48) warga Padukuhan Tegalrejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong masih dirawat di RS Bethesda usai mengalami kecelakaan di Jalan Nasional Semanu, tepatnya di barat SPBU Ngeposari, Semanu. Kecelakaan tersebut mengakibatkan Suparmi mengalami amnesia dan dirawat di ICU sejak Senin (25/11) lalu. 

Kronologi kejadian bermula ketika Suparmi bersama temannya, Rin, mengendarai sepeda motor sepulang kerja sekitar pukul 15.30 WIB. Suparmi dan Rin merupakan tetangga yang bekerja di salah satu perusahaan krupuk rumahan di Kecamatan Semanu.

Menurut Nia, keponakan Suparmi yang juga merupakan salah satu saksi mata, ia melihat Suparmi dan Rin mengendarai sepeda motor melaju beriringan dari arah Ngeposari menuju ke arah Ponjong. Kala itu Suparmi berniat menyapa Nia, setelah menengok Suparmi kaget dan menabrak Rin. Pasca kecelakaan, motor suparmi berbalik dan kepalanya terbentur akibat tidak mengenakan helm. 

Korban sempat dilarikan ke RS Pelita Husada dan dirujuk ke RSUD Wonosari kemudian dibawa ke RS Betesda untuk penanganan yang lebih lanjut.

Hingga kini Suparmi masih dirawat di ICU RS Betesda. meskipun sempat tidak sadarkan diri 2 hari, kini kondisinya sudah membaik. Namun, ingatan Suparmi belum sepenuhnya pulih. 

Kini, keluarga tengah membingungkan biaya pengobatan. Lantaran BPJS dan Jasa Raharja tidak bisa diberlakukan dalam pengobatan ini. 

Menurut Harti, BPJS milik Suparmi tak bisa diberlakukan karena sakit yang dialami akibat kecelakaan. Sedangkan itu, Jasa Raharja juga tak bisa diberlakukan karena laporan yang terakhir dilaporkan ke pihak kepolisian, Suparmi mengalami kecelakaan tunggal. Maka dari itu, keluarga tengah kebingungan dan mengaku tidak memilki banyak uang untuk membayar seluruh biaya pengobatan. 

"Jujur saja, memang dari keluarga tidak punya. Suaminya hanya buruh serabutan. Sekarang kami bingung mau dibayar pakai apa, karena BPJS dan Jasa Raharja tidak bisa," ujar Harti, kakak dari Suparmi, Sabtu (30/11/2019). 

Biaya pengobatan Suparmi hingga hari Jumat (29/11) sudah mencapai Rp 7,5 juta. Sedangkan belum diketahui lebih jelas akhir waktu perwatan Suparmi. 

Melihat kondisi Suparmi, warga sekitar berempati dan berencana mengumpulkan donasi untuk membantu meringankan biaya pengobatannya. Namun, hingga kini belum diketahui lebih jelas mengenai rencana tersebut. 

Sejumlah tokoh masyarakat kini tengah membantu bermusyawarah dengan pihak korban (Rin) agar dapat diurus dengan Jasa Raharja. Selain itu, pihak keluarga Suparmi juga tengah bermusyawarah dengan keluarga besar untuk dapat menemukan jalan keluar. (nur)