Anggaran Sosialisasi Bunuh Diri Capai Rp 1 Miliar Dinilai Terlalu Fantastis
Pemerintahan

Anggaran Sosialisasi Bunuh Diri Capai Rp 1 Miliar Dinilai Terlalu Fantastis

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Aktivis muda dari Jejaring Rakyat Mandiri (Jerami) Kabupaten Gunungkidul, Rino Caroko menyoroti besarnya anggaran sosialisasi peraturan daerah terkait penanggulangan aksi bunuh diri yang mencapai angkar Rp 1 miliar. Menurutnya, anggaran tersebut sangat fantastis dan terlalu menghambur-hamburkan uang.

Dana sosialisasi peraturan daerah terkait penanggulangan atau pencegahan bunuh diri masuk dalam rencana belanja daerah pada APBD 2020 mendatang. Anggaran tersebut sudah disepakati Pemerintah Kabupaten Gunungkidul beserta DPRD Gunungkidul pada akhir November 2019 kemarin.

Kalau hanya untuk sosilisasi Perda urgensinya apa? Sosialisasi Perda penting untuk masyarakat, tetapi tidak harus menggunakan anggaran yang sangat besar,” ujar Rino kepada sorot.co, Selasa (03/12/2019) siang.

Menurut Rino, sosialisasi bisa lebih efektif bila menggunakan jaringan di tingkat kecamatan, desa maupun jaringan kepemudaan. Lewat tiga unsur tersebut, pencegahan ataupun penanggulangan bunuh diri bisa lebih menekan anggaran sosialisasi yang nilainya mencapai angka fantastis. 

Kami mendesak agar usulan anggaran itu bisa ditinjau kembali serta mendesak gubernur untuk menekan usulan anggaran sosialisasi Perda itu,” tegasnya.

Lebih lanjut Rino mengungkapkan bahwa anggaran kesejahteraan kaum jompo yang sebelumnya masuk dalam perencanaan daftar belanja senilai Rp 1,7 miliar justru dicoret.

Menurutku program untuk kaum jompo lebih penting, karena rentan untuk melakukan tindakan bunuh diri,” ungkapnya.