Warga Pakel Temukan Luweng, Lima Bulan Digali Demi Sumber Air
Peristiwa

Warga Pakel Temukan Luweng, Lima Bulan Digali Demi Sumber Air

Tepus,(gunungkidul.sorot.co)--Gegara bencana banjir pada tahun 2018 silam, warga Pedukuhan Pakel, Desa Tepus, Kecamatan Tepus mulai mendeteksi keberadaan luweng. Lantaran itu mereka berbondong-bondong menggali luweng dengan harapan bisa mendapatkan sumber air di dalamnya.

Awal mulanya warga mulai curiga dan mendeteksi adanya sumber air karena ketika kekeringan melanda, namun pohon-pohon di sekitar luweng tetap tumbuh subur.

Penemuan luweng tidak terlepas dari banjir yang melanda Gunungkidul pada tahun 2018 yang lalu. Menurut Eko, salah satu warga Pakel, sekitar 3 jam setelah banjir melanda Pakel air sudah terkuras. Seluruh barang yang hanyut terhenti dan terpusat di luweng tersebut. Atas fenomena alam itu warga curiga jika di tempat tersebut terdapat lubang yang mampu menampung air.

"Kita hanya menggunakan ilmu wastafel, ketika semua barang yang terbawa banjir terpusat di sini, kita yakin di sini ada sumber air di dalamnya," ujar Rukino, Dukuh Pakel, Selasa (03/12/2019).

Sekitar setahun kemudian, warga mulai yakin untuk menggali luweng karena setiap tahun warga mengalami kekeringan dan selalu membeli air. Mereka punya ide untuk memanfaatkan sumber air kemudian dengan semangat menyatukan tekad menggali luweng sehingga bisa dimanfaatkan untuk sumber air. 

Karena hanya modal nekat, warga sempat mengalami kegagalan karena salah lokasi penggalian.

Sebelum dilakukan proses penggalian, warga Pakel melakukan ritual berupa kenduri semalam suntuk kemudian di hari berikutnya dilakukan proses penggalian. Proses penggalian dimulai pada bulan Juli 2019, diawali oleh sesepuh padukuhan, Purwodiyono. Hingga kini proses penggalian masih terus berlangsung.

Pada masa percobaan, warga hanya mencoba merekam dengan handphone dan melihat adanya semacam goa besar. Kemudian mereka yakin untuk melanjutkan penggalian.

Warga juga pernah memasukkan ayam ke dalam luweng pakai tali selama 10 menit, hanya untuk mendeteksi keberadaan gas dan ayam tidak mati,” ujar Rukino.

Hingga kini kerja bakti dilakukan secara swadaya masyarakat pada hari Sabtu dan Minggu. Kini penggalian sudah sedalam 40 meter, namun masih menunggu ahli yang akan masuk ke luweng tersebut.

"Ya harapannya dari pemerintah dan dinas terkait semoga bisa membantu. Nantinya jika ada airnya bisa diangkat dan ini bisa menjadi sumber air untuk masyarakat sini," harap Eko, salah satu warga Pakel. (nur)