Kedua Tangan Diamputasi, Pria Ini Semangat Jalankan Usaha Demi Keluarga
Sosial

Kedua Tangan Diamputasi, Pria Ini Semangat Jalankan Usaha Demi Keluarga

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Matahari baru saja terbit. Gerimis yang seakan terjadwal setiap pagi hari menjadi ciri khas cuaca musim penghujan. Petani pun semakin sibuk dilahan pertanian.

Terlihat Lalu lalang di jalan raya, orang dengan berbagai usia dan profesi hendak menuju tempat kerja. Disamping jalan, beberapa pedagang juga sibuk melayani pembeli di kios masing-masing. Suasana tersebut terlihat di komplek Pasar Sidowayah, Desa Wareng, Kecamatan Wonosari, Rabu (08/02/2020) pagi.

Terlihat seorang lelaki dengan kedua tangan yang tak utuh, keluar dari sebuah kios. Lelaki tersebut sedang melayani pembeli bensin eceran miliknya. Botol bensin ia jepit dengan kedua siku lengannya, lalu dituangkan ke dalam tangki sepeda motor.

Setelah itu, ia masuk ke dalam kios untuk mengambil uang kembalian. Seakan tak ingin pelanggannya menunggu lama, lelaki tersebut setengah berlari, lalu menyerahkan uang kembalian kepada pelanggan.

Dia adalah Saryono (33) warga Padukuhan Wareng 2, Desa Wareng, Kecamatan Wonosari. Tanpa kedua tangan yang utuh, tak menyurutkan semangat mencari nafkah demi keluarganya.

Jualan bensin eceran hanyalah pelengkap. Kios berukuran 4 x 3 meter tepat di seberang lapangan bola Desa Wareng ia sewa untuk berjualan aneka burung ocehan dan berikut pakan sebagai usaha pokoknya.

Ditemui di kios miliknya, ia menceritakan perjalanan hidupnya sampai ia harus kehilangan kedua tangannya. Sesekali wawancara terpotong, karena Saryono sibuk dengan melayani pelanggan. Maklum, Saryono memang begitu akrab dengan orang-orang di sekitarnya.

Saryono pada tahun 2012 silam mengalami kecelakaan kerja saat merantau di Kota Tangerang. Ia pun mengaku pasrah ketika mengetahui kedua tangannya harus diamputasi. Tak ingin sang ibu terpukul, saat mengalami kecelakaan, Saryono sengaja tak memberi kabar kepada sang ibu tentang kondisi yang ia alami.

"Ibu saya tahunya ya hanya kecelakaan biasa, kalau bapak saya tahu, karena menunggu saya di rumah sakit," jelasnya.

Setelah kondisi luka yang ia derita mulai sembuh, Saryono baru pulang ke kampung halaman untuk menemui sang ibu. Bisa dibayangkan seorang ibu ketika melihat anak kesayangnya harus hidup tanpa kedua tangan yang utuh. Namun semangat Saryono dapat memotivasi sang ibu, sehingga kuat menerima kondisi yang ia alami. 

"Waktu itu saya hanya pasrah, yang penting saya hidup dulu. Yang penting saya masih bisa melihat anak saya. Masalah bagaimana kedepan saya percaya Tuhan pasti kasih jalan," tuturnya.

Ketegaran Saryono pun terbayar. Kini ia memiliki usaha yang bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, hingga biaya sekolah sang anak yang kini duduk di bangku kelas 4 SD.

Saryono diketahui juga aktif dalam organisasi. Bahkan ia juga tergabung sebagai anggota Difabel Siaga Bencana (Difagana) Daerah Istimewa Yogyakarta. Eloknya, meskipun dengan kondisi kedua tangan diamputasi, Saryono tetap bisa mengendarai sepeda motor tanpa memodifikasi sedikitpun.