Pernah Pelatihan di Korea, Ibu Rumah Tangga Serius Geluti Budidaya Jamur Tiram
Ekonomi

Pernah Pelatihan di Korea, Ibu Rumah Tangga Serius Geluti Budidaya Jamur Tiram

Playen,(gunungkidul.sorot.co)--Berkat ketekunan dan keuletan, seorang ibu rumah tangga pun kini bisa berbisnis jamur hingga meraup omzet jutaan rupiah. Bahkan karena jamur pula, ia sempat terbang ke Korea untuk menimba ilmu.

Warga yang selama 1 tahun lebih serius menggeluti bisnis budidaya jamur tiram yakni Kholifah (30) dan Watik (32) warga Padukuhan Sawahan 2, Desa Bleberan, Kecamatan Playen. Bahkan berkat keseriusannya Kholifah pada tahun 2019 dikirim ke Korea untuk mengikuti pelatihan.

Diceritakan Kholifah, awal memulai budidaya jamur yakni ketika ia dan beberapa temannya mendapatkan bantuan modal sekaligus pelatihan dari salah satu yayasan dari luar negeri. Lanjutnya, budidaya jamur tiram tak sesulit yang dibayangkan. Bagian terpenting yakni pengendalian suhu ruangan tempat budidaya jamur (kumbung).

"Kalau cuacanya panas, dinding dan lantai kumbung disemprot, biar tetap lembab," jelasnya Sabtu (11/01/2020).

Di dalam kumbung milik Kholifah dan Watik terdapat 2.000 media tanam (baglog). Setiap baglog memiliki masa efektif selama 100 hari. Setelah 100 hari kemudian diganti dengan baglog yang baru. Diperkirakan, kumbung miliknya dalam 100 hari menghasilkan sebanyak 500 kilogram jamur tiram. Setiap satu kilogram jamur tiram dihargai Rp 12 ribu. 

"Untungnya lumayan, buat penghasilan tambahan," tuturnya.

Untuk pemasaran kholifah tak menemui kendala karena memang permintaan pasar cukup tinggi. Cara pemasarannya pun secara kolektif. Ada kelompok yang menampung hasil panen, kemudian dipasarkan oleh petugas khusus yang sebelumnya telah diberi pelatihan.

Kholifah berharap kedepan budidaya jamur tiram miliknya bisa semakin berkembang. Ilmu yang ia dapatkan dari pelatihan di Korea tak ingin disia-siakan.