Sadap Nira dari Pohon Kelapa, Pekerjaan Turun Temurun di Gedad
Ekonomi

Sadap Nira dari Pohon Kelapa, Pekerjaan Turun Temurun di Gedad

Playen, (gunungkidul.sorot.co)--Air nira yang berasal dari penyadapan pohon kelapa sejak dulu telah menjadi sumber penghasilan bagi puluhan petani di Desa Banyusoca, Kecamatan Playen.

Menyadap nira dari pohon kelapa yang digeluti puluhan orang di kampung setempat kebanyakan merupakan pekerjaan yang diwariskan dari orangtua.

Salah satunya dilakoni yakni Ngiyun (48) warga Padukuhan Gedad, Desa Banyusoca. Bersama sang suami, Ikhwanudin (50), mereka nyaris setiap hari menyadap nira dari pohon kelapa miliknya. Air tersebut kemudian diolah menjadi gula merah.

Meskipun ia hanya memiliki 5 pohon kelapa, namun hasil penjualan gula merah menjadi pendapat rutin keluarga.

"Kalau kerjanya itu sampingan, tapi penghasilan dari jual Gula Jawa jadi pendapatan pokok. Karena bisa rutin meskipun kemarau," jelasnya, Sabtu (11/01/2020).

Disela-sela pekerjaan bertani, Ikhwanudin setiap pagi dan sore memasang alat sadap nira pohon kelapa (bumbung), sekaligus mengambil nira hasil penyadapan sebelumnya. Sementara Ngiyun mengolah Nira menjadi gula merah, kemudian menjualnya. 

Hampir setiap hari Ngiyun mampu memproduksi gula jawa sebanyak 3 - 5 kilogram. Jika ditotal, dalam satu bulan ia bisa meraup pendapatan sekitar Rp 1,5 juta dari hasil menjual gula merah.

"Dulu kalau mau jual Gula Jawa harus ke pasar, tapi sekarang udah lumayan gampang," tutup Ngiyun.