Bohongi Orangtua Minta Uang untuk Servis Motor, Ternyata Buat Belanja Pil Aborsi
Hukum & Kriminal

Bohongi Orangtua Minta Uang untuk Servis Motor, Ternyata Buat Belanja Pil Aborsi

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Pengungkapan kasus aborsi dengan pelaku tunggal AS (23) seorang perempuan warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, bermula pasca geger penemuan kantong plastik berisi sprei dengan bercak darah, serta strip bekas obat. Sejumlah barang bukti itu kemudian diketahui merupakan benda bekas praktek aborsi yang dilakukan oleh As.

Cerita kantong plastik berada di pom bensin berawal saat As bersama rekannya membeli bensin di Pom Duwet, Kecamatan Wonosari. Saat itu keduanya dalam perjalanan dari kontrakan milik As di daerah Gejayan, Yogyakarta menuju rumah As.

Saat mengisi bensin, As sempat menarik uang di ATM di kawasan pom bensin setempat. Sebelum menuju ke mesin ATM, As meletakkan kantong di dekat mesin pengisian BBM. Namun usai mengisi BBM, kantong plastik tersebut lupa tak diambil kembali oleh pelaku.

Baru kemudian karyawan pom bensin curiga dengan kantong yang dikerumuni lalat. Setelah dibuka ternyata berisi kain sprei dengan bercak darah.

As dan rekannya sempat berusaha mengambil kantong plastik, namun karena banyak kerumunan warga, mereka bergegas kabur ke arah Selatan. Setelah itu ternyata As sempat menginformasikan ke Polsek Tepus dan menyampaikan kepada petugas bahwa barang yang ditemukan karyawan pom bensin merupakan miliknya.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Putra Dwipayana mengatakan, dari sejumlah barang bukti, rekaman CCTV dan keterangan beberapa saksi, pihaknya segera berkoordinasi dengan Polsek Tepus guna mencari keberadaan As.

Diperoleh informasi keberadaan As sedang dirawat di salah satu klinik, petugas pun mendatangi As.

Menurut pengakuan pelaku, perbuatan aborsi sengaja dilakukan menggunakan obat yang didapat secara online senilai Rp 1,5 juta. As mengaku, uang yang digunakan untuk membeli obat berasal dari meminta orang tua berdalih untuk menservis sepeda motor.