Buta Akibat Terkena Bola, Begini Perjalanan Ginanjar Hingga Diangkat Jadi PNS
Sosial

Buta Akibat Terkena Bola, Begini Perjalanan Ginanjar Hingga Diangkat Jadi PNS

Paliyan,(gunungkidul.sorot.co)--Namanya Ginanjar Rohmat. Ia merupakan Putra Pono Sumarjo (almarhum) dan Narsinah warga Padukuhan Karangasem A, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan. Kedua matanya tak lagi bisa melihat sejak ia berusia 17 tahun. Sebelumnya ia tak mengira peristiwa yang dialami membuat kedua matanya menjadi buta.

Ginanjar menceritakan, kala itu ia duduk di bangku kelas satu SMA Negeri 1 Wonosari. Saat mengikuti kegiatan olahraga sepakbola di sekolah, ia terkena bola pada kening sebelah kanan. Saat itu biasa saja, baru di hari berikutnya Ginanjar merasakan keanehan pada mata sebelah kanan. Pandangannya sedikit kabur, bahkan hingga tak bisa melihat.

Ginanjar yang saat itu berusia 17 tahun tetap mengikuti kegiatan belajar, meskipun mata kanannya tak bisa melihat. Namun tiba-tiba pada suatu hari, saat ginanjar mengikuti pelajaran di kelas, mata kirinya juga mulai kabur. Hingga kala itu kedua mata Ginanjar tak dapat melihat indahnya dunia lagi. Hal tersebut membuat Ginanjar tak bisa melanjutkan aktifitas sekolah.

"Saya dengan berat hati mengundurkan diri, karena kedua mata saya tak bisa melihat," jelasnya sedih, Kamis (13/02/2020).

Berbagai usaha pengobatan baik medis maupun non medis telah ia tempuh. Bahkan Ginanjar pernah melakukan operasi hingga menghabiskan biaya belasan juta rupiah. Hingga pada akhirnya Ginanjar dan keluarga memutuskan untuk menerima kondisi kebutaan total pada kedua matanya. 

Hal tersebut rupanya tidak menyurutkan niat Ginanjar untuk bisa bersekolah tinggi, yang merupakan cita-cita sejak kecil. Ia mulai belajar huruf braile. Hal itu ia yakini bisa mengantarkannya ke jenjang perguruan tinggi. Ternyata benar, Ginanjar setelah lulus SMA Luar Biasa, kemudian melanjutkan di Universitas Negeri Yogyakarta.

"Setelah lulus kuliah saya mendaftar seleksi CPNS di Jawa tengah. Pertama gagal, kemudian saya ikut lagi untuk yang kedua kalinya, dan alhamdulillah lolos," ucap Ginanjar.

Berkat perjuangan dan semangat Ginanjar saat ini, sejak tahun 2019 Ginanjar ditetapkan sebagai CPNS dengan penempatan di Temanggung, Jawa tengah. Kini ia dipercaya menjadi guru di salah satu SLB di Temanggung. SK PNS yang akan turun pada tahun ini akan menjadi saksi keberhasilan perjuangan Ginanjar Rohmat yang penuh suka duka.